Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gunakan Video Animasi-Picture Guessing Game, Cara Lia Ayu Farida Cegah Kekerasan

Fahrizal Firmani • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 17:23 WIB
SEMANGAT: Lia Ayu Farida bersama anak didiknya di KB Budi Luhur. Inset, Lia Ayu Farida Kepala KB Budi Luhur. (Foto dok Pribadi)
SEMANGAT: Lia Ayu Farida bersama anak didiknya di KB Budi Luhur. Inset, Lia Ayu Farida Kepala KB Budi Luhur. (Foto dok Pribadi)

BELAKANGAN kasus kekerasan terhadap anak sering terjadi. Tak terkecuali kekerasan seksual yang dampaknya bisa memengaruhi generasi penerus. Perlu pendidikan sejak dini agar anak-anak mengetahui dan bisa menghindarinya.

Inilah yang menjadi inovasi Lia Ayu Farida, kepala KB Budi Luhur di Dusun Panpan RT 07/RW 03, Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk. Dia menginginkan agar anak didiknya bisa mengetahui apa saja yang perlu diajarkan, supaya anak-anak bisa mengetahui apa itu kekerasan seksual.

“Saya mengangkat tema karena kondisi masyarakat yang sangat minim dengan pengetahuan dari kasus kekerasan seksual. Mayoritas mereka hanya mengetahui bahwa kekerasan seksual adalah pemerkosaan atas anak perempuan. Namun, sebenarnya banyak kategori di kasus kekerasan seksual, seperti eksibisionisme, phisical touch, seksual, percakapan cabul, dan menunjukkan film porno aksi,” beber Lia.

Hatinya pun tergerak, sehingga dia mengangkat tema ini dengan tujuan memberi pemahaman yang lebih kepada masyarakat. Khususnya wali murid di KB Budi Luhur.

Agar mudah untuk dipahami, dalam karya ilmiahnya di lomba Kesit ini, dia menggunakan media video animasi dan picture guessing game. Dia membagikan video pembelajaran anak-anak tentang pencegahan dasar dari adanya kekerasan seksual.

“Kami juga mengajak anak-anak untuk bermain tebak gambar tentang anggota tubuh. Terutama yang bersifat pribadi dan  tidak boleh disentuh oleh orang lain dan hanya boleh disentuh oleh dirinya sendiri, orang tua, dan dokter,” beber Lia.

Dengan inovasi ini, sekarang orang tua siswa menjadi tahu. Anak lebih waspada dan hati-hati jika bertemu dengan orang-orang yang tidak mereka kenal.

“Anak-anak lebih percaya diri dan bersikap tegas jika ada sesuatu yang mengganggunya dan membuat mereka tidak nyaman. Misalnya jika ada keluarga atau kerabat jauh yang ingin menunjukkan perhatian mereka dengan pelukan atau ciuman,” kata guru kelahiran  4 Mei tahun 1992 tersebut.

Karya ilmiahnya itu, membuat Lia masuk 10 besar. Tentu ini menjadi suatu kebanggaan bagi Lia. Meski pembuatan karya ilmiah ataupun best practice dan dokumen lainnya adalah suatu hal yang baru bagi dia.

“Saat terpilih dan menjadi perwakilan dari kecamatan, saya bersemangat. Mudah-mudahan bisa membuat bangga Himpaudi Kecamatan Besuk,” beber wanita yang sudah 10 tahun ini menjadi guru PAUD.

Lia berharap, dengan lomba Kesit ini, sekolah lebih banyak mendapat  ilmu dan pengetahuan tentang dunia pendidikan anak usia dini. “Kami pribadi dapat mengimplementasikan kepada masyarakat. Khususnya, di sekolah kami tentang pengetahuan baru terkait dengan dunia pendidikan anak usia dini,” terang Lia. (riz/fun)

Editor : Ronald Fernando
#Disdikdaya probolinggo #kesit 2023 #kb budi luhur #kepala sekolah inspiratif