SEKOLAH adalah rumah kedua bagi anak. Lantaran itu, sekolah harus dapat menjamin dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif bagi peserta didik.
Berawal dari konsep itu, siswa harus memperoleh perlindungan dan kenyaman saat di sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, Nur Asia yang menjadi kepala KB Namira School Kraksaan menginisiasi program Gerakan Sekolah Ramah Anak melalui Program Santera.
Santera adalah program KB Namira School. Yakni, pelaksanaan kegiatan penyambutan anak dengan menggunakan aksesori atau hiasan dari para guru sesuai dengan topik atau tema yang sedang dilaksanakan pada minggu tersebut.
“Misalkan tema minggu ini adalah binatang. Lalu, guru bisa membuat topi atau kostum binatang untuk dipakai saat penyambutan anak. Sehingga, dengan hal tersebut, akan meningkatkan semangat dan gairah anak untuk belajar dan bermain,” ujar perempuan kelahiran 9 April 1993 tersebut.
Program itu sejauh ini dinilai cukup berhasil. Dijelaskan Nur Asia, sebelum program itu dijalankan, siswa saat datang ke sekolah kurang bersemangat. Bahkan, terkadang masih menangis saat berpisah dengan orang tuanya.
“Setelah melaksanakan program Santera, siswa lebih semangat. Serta, penasaran dengan aksesori yang dipakai oleh para guru di KB Namira. Menurut orang tua, murid merasa seperti di rumah sendiri. Serta guru terasa seperti ibunya sendiri,” jelas perempuan yang terjun di dunia pendidikan sejak 2016 dan pada 2020 diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah itu.
Secara keseluruhan, pihaknya tak menemukan kendala berarti dalam program itu. Hanya ada beberapa poin yang jadi catatan selama program itu dijalankan.
“Salah satunya, perlunya penguatan kepada guru-guru untuk konsisten dalam melaksanakan program tersebut. Serta, kreativitas guru dalam membuat aksesori sesuai dengan tema atau topik pembelajaran,” akunya.
Bagi Nur Asia, ajang Kesit merupakan langkah awalnya mengikuti perlombaan dalam inovasi pembelajaran. Ia termotivasi untuk mengikutinya karena mendapat banyak ilmu plus ajang silaturahmi dengan kepala sekolah di Kabupaten Probolinggo.
Nur Asia berharap, setiap tahun bisa digelar lomba-lomba seperti Kesit. “Sehingga, kami para guru dan kepala sekolah dapat terus belajar untuk lebih baik lagi,” harapnya. (mu/mie)
Editor : Ronald Fernando