Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Siti Nurseha Olah Kolang Kaling Menjadi Kolagen

Jawanto Arifin • Senin, 14 November 2022 | 19:58 WIB
HASIL RISET: Siti Nurseha menunjukkan kolang kaling yang telah diolah dan dapat menambah kolagen. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
HASIL RISET: Siti Nurseha menunjukkan kolang kaling yang telah diolah dan dapat menambah kolagen. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
KEPEDULIAN Siti Nurseha, 25, kepada para petani aren berbuah manis. Inovasinya mengolah kolang kaling menjadi kolagen, diganjar Pemkab Probolinggo. Berhasil menjadi juara pertama dalam Lomba Inovasi Daerah (Daerah) 2022.

Perempuan Asal Desa Bimo, Kecamatan Pakuniran, tak pernah berhenti berinovasi. Kini, ia melahirkan inovasi apik. Go Kolang-Kaling, Inovasi Pengolahan Kolang Kaling menjadi Kolagen melalui Pemberdayaan Petani Aren.

Melimpahnya kolang kaling di Kabupaten Probolinggo, membuatnya tergerak. Berusaha berinovasi membantu para petani aren. Menurutnya, ada delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang mejadi penghasil aren.

https://radarbromo.jawapos.com/daerah/kraksaan/04/11/2022/inilah-para-pemenang-lomba-inoda-kab-probolinggo-2022/

Secara geografis, berada di dataran tinggi. Meliputi Kecamatan Sumber, Tiris, Krucil, Lumbang, Pakuniran, Sukapura, Gading, dan Kotaanyar. “Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu penghasil aren yang berkualitas di Jawa Timur. Setiap tahun lebih dari 20 ton aren dihasilkan dari tanah Probolinggo,” ujarnya.

Setelah melakukan riset selama lima bulan, diketahui jika kolang-kaling memiliki kandungan kolagen yang tinggi. Serta, berpotensi memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Karena itu, semangatnya untuk meningkatkan nilai ekonomi kolang-kaling dan mengoptimalkan diversifikasi pangan, semakin terpatri. Salah satu tujuannya, juga untuk memberikan alternatif kolagen nabati baik bagi perorangan dari kelompok.



“Juga memberi alternatif kepada para vegetarian untuk mengonsumsi kolagen. Tujuan lain, membuka peluang usaha dan dapat membantu pengembangan usaha bagi petani aren,” ujar almnus Pesantren Zainul Hasan Genggong ini.

Kolagen merupakan salah satu protein penyusun tubuh. Keberadaannya mencapai 30 persen dari seluruh protein dalam tubuh. Selama ini kolagen yang sangat terkenal adalah kolagen hewani. Mayoritas terbuat dari kulit babi sebesar 46 persen, kulit sapi 23,1 persen, tulang sapi 29,4 persen, dan alternatif lainnya seperti ikan 1,5 persen.

Meski permintaan industri pangan, kosmetik, dan farmasi terus meningkat terhadap kolagen, sejauh ini Indonesia belum memiliki produsen kolagen lokal yang mampu memenuhi permintaan tersebut. “Belum lagi kolagen yang diimpor, seluruhnya kolagen hewani yang tidak dapat dikonsumsi kelompok vegetarian,” jelasnya.

Kolagen merupakan struktur organik pembangun tulang, sendi, gigi, otot, kulit, rambut, kuku, dan retina. Manfaatnya sangat banyak. Di antaranya, mendukung pertumbuhan sel sehat, meningkatkan elastisitas kulit, menunda penuaan dini, menguatkan jaringan kuku, rambut, gigi, dan retina, serta meningkatkan fungsi tulang dan sendi, sehingga dapat mengatasi nyeri sendi akibat osteoartritis.

“Jumlah penderita osteoartritis di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada Desember 2021, penderita osteoartritis mencapai 37 juta orang,” ujarnya. (mu/rud) Editor : Jawanto Arifin
#radar bromo event #pemkab probolinggo #inoda kabupaten probolinggo #inovasi daerah