Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Nike Evaria Indah Tingkatkan Motorik Halus Anak dengan Mewarnai

Jawanto Arifin • Rabu, 2 November 2022 | 21:14 WIB
TERAMPIL: Gaya Nike Evaria saat mengajar siswanya di TK Kartini, Desa Wangkal, Keamatan Gading. (Foto: Istimewa)
TERAMPIL: Gaya Nike Evaria saat mengajar siswanya di TK Kartini, Desa Wangkal, Keamatan Gading. (Foto: Istimewa)
USIA dini adalah masa yang paling tepat untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki anak. Di antaranya keterampilan yang merupakan salah satu dasar untuk mengembangkan motorik halus pada anak. Caranya bisa dengan mewarnai.

Anak dengan kemampuan motorik halus yang baik akan mudah dan cepat tanggap terhadap apa yang terjadi pada lingkungan sekelilingnya. Sehingga mereka akan terampil menyesuaikan diri dalam memproses gejalanya pada saat dewasa nanti.

Namun, Nike Evaria Indah, 46, melihat kenyataan sebaliknya di tempatnya mengajar di Kelompok B TK Kartini di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, motorik halus pada anak didiknya belum berkembang baik. Siswa yang berkembang sesuai harapan kurang dari 70 persen dari total 10 siswa.

“Padahal, motorik halus anak ini akan menjadi dasar kemampuan yang sensitif bagi anak terhadap gejala-gejala yang melingkupi kehidupan anak. Baik di masa anak-anak maupun setelah dewasa yang berkaitan dengan ketelitian berkarya,” terangnya.

Karena kondisi itu, Nike yang sudah mengajar selama 20 tahun lantas mencari cara untuk mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak didiknya. Melalui karya tulisan best practice, dia menulis tentang ‘Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mewarnai pada Siswa Kelompok B TK KARTINI Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.”

Best practice itu akhirnya mampu membuat Nike lolos sebagai nomine Anugerah Pendidikan Tahun 2022 Guruku Hebat dan Berprestasi (Geber) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Proboolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo. Kegiatan mewarnai dipilihnya karena Nike melihat beberapa kemungkinan penyebab kurangnya kemampuan anak dalam motorik halus. Di antaranya, rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap kegiatan mewarnai dan proses pembelajaran yang kurang efektif.



“Jika masalah tersebut dibiarkan, maka akan menghambat kegiatan motorik halus lainnya. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan motorik halus sering digunakan,” tuturnya.

Setelah menerapkan kegiatan mewarnai itu, kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Kartini dapat meningkat. Namun, tentu saja kegiatan mewarnai ini menggunakan media yang bervariasi. Sesuai usia anak dan media yang menarik bagi anak.

Berdasarkan hasil penelitian pada siklus pertama, menurut Nike, kemampuan motorik halus anak mulai meningkat. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan persentase kemampuan motorik halus anak sesuai indikator.

Pada siklus pertama hasil kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai sebesar 43,33 persen. Kemudian meningkat pada siklus kedua menjadi 80 persen.

Nike sendiri berharap, guru selalu berinovasi dan mampu menggunakan model pembelajaran yang tidak membosankan. Misalnya, membuat alat peraga dan metode atau strategi mengajar yang efektif.

“Harapan saya pendidikan akan lebih baik pada masa mendatang dan saya berharap pendidikan bisa dirasakan oleh semua orang di Indonesia, tentunya Kabupaten Probolinggo,” tuturnya. (hn) Editor : Jawanto Arifin
#TK Kartini Wangkal Gading #anugerah pendidikan 2022 #geber #dinas dikdaya kabupaten probolinggo