Karena itu, Dikdaya menggelar Anugerah Pendidikan Tahun 2022 bernama Guruku Hebat dan Berprestasi (GEBER). Anugerah pendidikan ini juga sebagai bentuk public accountability (akuntabilitas publik) terhadap masyarakat. Dengan menggandeng Jawa Pos Radar Bromo, Dikdaya yakin kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
“Kegiatan ini kami inginkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin tanpa ada bentuk public accountability-nya. Kami ingin kegiatan ini menjadi bagian dari bentuk pertanggungjawaban terhadap masyarakat, sehingga kami bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo," ujar Kepala Dinas Dikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi.
Kemarin (24/8), kegiatan ini telah disosialisasikan. Digelar di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Dikdaya. “Harapan kami, mulai dari informasi awal, pengumuman, sosialisasi, hingga nanti nominasi akan terpublikasikan kepada masyarakat luas. Tentu yang akan mengonsumsi tidak hanya masyarakat Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Dengan adanya public accountability, kata Rozi, diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepada para guru untuk terus berinovasi dan berprestasi. Sehingga kegiatan ini adalah kegiatan kolaborasi dan sinergi.
Dikdaya juga mendorong adanya seleksi di tingkat kecamatan bagi para guru yang akan mewakili kecamatan dalam ajang ini. Salah satunya dapat dilakukan dengan melaksanakan semacam lomba inovasi pembelajaran.
Anugerah Pendidikan ini nantinya akan diikuti setiap jenjang pendidikan di bawah nauangan Dinas Dikdaya. Mulai PAUD, TK, SD, dan SMP. Masing-masing jenjang di setiap kecamatan akan diwakili empat orang guru. Artinya, setiap kecamatan akan ada 16 orang. Sehingga, event ini akan diikuti oleh total 384 guru.
“Nantinya akan muncul 40 nomine. Mereka akan dipublikasikan oleh Radar Bromo. Ini bukan sekadar unjuk kebolehan, namun juga menunjukkan kreativitas, inovasi, dan kompetensi guru,” jelasnya.
Kata Rozi, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin. Karena akan menjadi media menunjukan kreativitas, inovasi, kompetensi, dan komitmen untuk menjadi guru hebat dan berprestasi.
“Guru prestasi banyak, namun guru hebat belum. Prestasi itu sering diukur dengan kemenangan pada lomba-lomba yang sifatnya akademik dan pedagogik. Namun, guru hebat adalah guru yang mampu mendidik, membersamai, bahkan menghasilkan peserta didik yang hebat. Baik di bidang akademik dan nonakademik,” ujar pria bergelar doktor ini.
Ia memastikan penilaiannya akan dilakukan lebih komprehensif. Bukan hanya portofolio. Bahkan, bisa jadi penilaian akan dilakukan oleh siswanya.
“Jadi ada instrumen diisi peserta didik. Jangan-jangan gurunya berprestasi bagi dirinya, namun tidak berprestasi pada orang lain. Insyaallah di Kabupaten Probolinggo, tidak seperti itu,” katanya.
Direktur Jawa Pos Radar Bromo H.A Suyuti mengatakan, kerja sama ini merupakan sebuah bentuk kewajiban pihaknya sebagai media dalam berperan serta membangun daerah.
“Salah satunya pembangunan SDM (sumber daya manusia). Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Dikdaya yang kembali menggelar kegiatan bersama menyiapkan SDM yang kreativitas dan inovatif," ujarnya.
Sosialisasi ini diikuti sejumlah unsur di Kabupaten Probolinggo. Di antaranya, 24 koordinator Bidang Pendidikan Tingkat Kecamatan, MMKS SMP, K3S SD, Ikatan Pemilik Indonesia, Koordinator Pengawas TK, dan Koordinator Pengawas SD. Serta, Koordinator Pengawas SMP, IGTKI, dan HIMPAUDI. (mu/*)
Editor : Ronald Fernando