“Alhamdulillah bisa dapat juara pertama dan mendapat hadiah uang Rp 12 juta. Ini juga berkat dukungan keluarga. Jadi setiap ke sini (kolam pancing Bromo Fishing), keluarga sering ikut,” terangnya.
Malam itu pun, Teguh ikut lomba mancing dengan mengajak keluarganya. Keluarganya pun begitu senang saat Teguh keluar sebagai jaura.
“Uang hadiahnya mau dibuat apa, saya belum kepikiran. Nanti biar berembuk dengan istri saja,” katanya.
Lomba mancing itu sendiri berlangsung meriah. Angin yang mengembuskan udara dingin malam itu, tak membuat semangat para pemancing beku.
Para peserta all out berjuang menjadi juara dalam lomba yang berlangsung pukul 18.30 hingga pukul 22.00 itu. Sebab, panitia HUT ke-23 Radar Bromo menyediakan hadiah belasan juta rupiah untuk tiga pemenang.
Tak hanya itu, ada sejumlah door prize dibagikan pada para pemancing yang beruntung. Antara lain, almari pancing dan rak sepatu dari Barokah Jaya Alumunium. Tiga buah tegek yang lagi ngetren dari Dragon Fishing Outlet.
Lalu, makanan ringan untuk semua peserta dari Toko Kuda Perang Bangkit. Komunitas Pokok'e Mancing (PKM) Sektor Nguling dan Pos Radar Bromo memberikan merchandise berupa tumbler dan kaus serta gantungan kunci untuk semua peserta.
Dan hasilnya, tiga peserta berhasil memancing ikan dengan ukuran paling besar dan otomatis meraih juara pertama, kedua, dan ketiga. Juara pertama, Teguh Bejoel mendapat ikan 7,955 gram atau 7,9 kilogram; juara kedua, Umar Hari dari Nguling mendapat ikan 7,520 gram. Dan juara ketiga, Alip Safi’i juga dari Nguling berhasil memancing ikan dengan berat 7,505 gram.
Umar, 43, mengaku sangat senang meraih juara dua. Dia berhak mendapar uang Rp 2,4 juta. Menurutnya, dibandingkan dengan kolam pancing lainnya, ikan di Bromo Fishing besar-besar.
“Di kolam pancing lain ikan paling besar itu 6 kilogram, sudah juara. Kalau di sini belum tentu. Ada yang 7 kilogram, bahkan sampai 8 kilogram. Semoga di HUT Radar Bromo kali ini perusahaan semakin maju. Dan untuk Bromo Fishing, semoga maju terus. Gencarkan event-event,” ucapnya.
Alip Safi’i yang meraih juara ketiga juga tak kalah gembira. Pria 64 tahun itu mendapat hadiah Rp 1,2 juta. Ikut lomba mancing di Bromo Fishing menurutnya sangat berbeda.
“Ikan di sini benar-benar makan umpan. Sehingga para pemancing puas ketika umpannya disambar. Karena ada yang sebelum dipancing, ikan-ikannya diberi makan dulu. Akhirnya ikan susah makan umpan. Belum lagi sensasi mengangkat ikan saat strike (umpan disambar ikan, Red) besar,” tuturnya.
Di HUT ke-23 Radar Bromo, Alip berharap Radar Bromo makin maju dan berkembang. Termasuk karyawannya makin sejahtera. “Semoga diberikan yang terbaik. Baik untuk perusahaannya dan juga kesejahteraan karyawannya. Amin,” ucap Alip mendoakan.
Sementara itu, hadiah yang diberikan pada para pemenang malam itu juga. Direktur Radar Bromo H. Suyuti didampingi Manajer Keuangan dan SDM yang juga Koordinator Bromo Fishing Ainul Mashudi menyerahkan hadiah pada para pemenang.
“Lomba mancing yang digelar malam ini merupakan bagian dari kegiatan HUT ke-23 Radar Bromo. Lomba ini digelar untuk mewadahi para pemancing. Ke depan, kegiatan semacam ini bisa dilakukan kembali,” tegas Suyut, panggilannya.
Suyut berharap, Radar Bromo semakin berkembang bersama zaman, serta memberikan kontribusi positif bagi Kota dan Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan. “Memberikan informasi pemberitaan yang mengedukasi, mencerahkan, dan mencerdaskan. Bukan Hoaks. Sehingga Jawa Pos Radar Bromo tetap jadi pilihan masyarakat,” harapnya. (rpd/hn) Editor : Ronald Fernando