Bersama dengan lima rekannya yang tergabung dalam Tim Areto, dirinya berlomba-lomba menunjukkan kemampuan terbaiknya. Berada di lapak nomor 79 menjadi rezeki tak terduga baginya. Menurutnya, ada rahasia khusus agar mendapatkan lele yang cukup berat, yakni dengan menyiapkan umpan yang tepat.
“Saya menggunakan ayam dan ada sedikit campuran khusus agar cepat mendapat sambaran ikan. Alhamdulillah baru pertama ikut lomba berhasil juara,” ujarnya.
Galatama lele ini dimulai sekitar pukul 21.30 dan selesai pukul 23.00. Yang diikuti oleh peserta dari Kota/Kabupaten Probolinggo, Lumajang dan Pasuruan. Selama 90 menit, sebanyak 175 kilogram lele dilepas dalam kolam yang dibagi menjadi 2 jok masing-masing berdurasi 45 menit.
Panitia galatama lele Iwan Susanto mengatakan bahwa lele yang dilepas saat galatama berlangsung memiliki berat yang tidak jauh beda. Sehingga daftar nomimasi yang telah dicatat sering mengalami perubahan. “Lele yang berhasil diangkat, beratnya hampir sama, jadi pergeseran nominasi lele terberat juga berubah dengan cepat,” ujarnya.
Setelah 90 menit perlombaan berjalan. Kemudian ditentukanlah 8 nominasi lele terberat yang berhasil ditangkap. Selain Muhammad Faisol, juara kedua Dendi nomor lapak 31 berat lele 2,688 kilogram Rp 750 ribu; juara ketiga B. Kolam nomor lapak 107 berat lele 2,686 kilogram Rp 350 ribu; juara keempat P. Waro nomor lapak 19 berat lele 2,653 kilogram Rp 200 ribu; juara kelima Naman nomor lapak 60 berat lele 2,647 kilogram Rp 100 ribu; juara keenam Lukman nomor lapak 52 berat lele 2,640 kilogram, juara ketujuh Monyet nomor lapak 64 berat lele 2,578 kilogram, juara delapan Warna nomor lapak 57 berat lele 2,474 kilogram. Juara 6 sampai 8 masing-masing mendapatkan hadiah uang Rp 75 ribu. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin