Dari Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, seperti biasa lomba digelar mulai pukul 20.00. Berbeda dengan pekan lalu, malam itu hanya ada sekitar 100 peserta yang mengikuti lomba. Namun, keseruan tidak luntur meski jumlah peserta berkurang.
Panitia Lomba Mancing Giyanto mengatakan, meski lapak tidak full, kegiatan lomba masih tetap seru. Bahkan, ada sejumlah ikan berukuran besar yang terangkat, namun tidak sah.
Sehingga, sang pemancing harus bisa menjinakan ikan dengan cara yang sah agar bisa menjadi pemenang. “Meski berkurang, tidak mengurangi keseruan dalam lomba. Lombanya tetap seru. Buktinya para pemancing bersaing ketat dalam memperoleh gelar juara,” ujarnya.
Setelah sekitar dua jam berlomba, keluarlah para juaranya. Juara pertama dimenangkan pemilik lapak nomor 65 atas nama Satya Yunior. Dia berhasil mendapatkan seekor lele seberat 2,589 kilogram. Juara dua, pelapak nomor 28 atas nama Debi dengan berat ikan 2,254 kilogram.
Juara tiga, lapak nomor 84 atas nama Rudi Sumber, dengan berat ikan 2,228 kilogram. Terakhir, juara empat lapak nomor 86 atas nama Hamid yang berhasil mendapatkan seekor ikan seberat 1,793 kilogram.
Malam itu, panitia juga mengumumkan gelaran lomba rutin dua bulanan. Lomba dengan ikan-ikan pilihan ini akan digelar pada Minggu (2/9). Ternyata, lapak untuk lomba ini sudah penuh. Bahkan, sebagian mereka telah menyelesaikan semua persyaratannya.
Sehingga, untuk peserta yang masih ingin ikut, jika mendaftar masuk dalam daftar tunggu. “Untuk lomba event dua bulanan sudah penuh. Dari 114 lapak yang kami sediakan, sudah penuh. Jadi, yang baru mendaftar masuk daftar tunggu,” ujarnya.
Menurut Giyanto, masih ada kesempatan bagi para penggemar mancing untuk mengikuti lomba dua bulanan ini. Sebab, biasanya ada saja angler yang telah mendaftar, namun mengundurkan diri.
Karenanya, pendaftaran lomba berhadiah total Rp 18 juta itu masih dibuka. “Tapi, hanya masuk dalam daftar tunggu. Jadi, belum bisa kami pastikan bisa ikut dalam gelaran. Namun, kalau memang rezekinya, pasti bisa ikut,” ujarnya. (sid/rud) Editor : Jawanto Arifin