Pemkab Pasuruan Usulkan Pembangunan Gedung Kesenian ke DPR RI

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:11 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BANGIL, Radar Bromo - Kabupaten Pasuruan segera mengupayakan pembangunan gedung kesenian, untuk mewadahi aktivitas seniman dan pelaku budaya lokal.

Kebutuhan fasilitas tersebut telah disampaikan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, kepada Komisi X DPR RI saat berkunjung ke Kabupaten Pasuruan beberapa waktu lalu.

Usulan itu mendapat respons positif dari parlemen. Komisi X menyatakan kesediaannya mengawal aspirasi tersebut, melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

Kini, pemerintah kabupaten diminta bergerak cepat menyiapkan pengajuan resmi beserta kebutuhan pendukungnya.

Gus Shobih-sapaannya menilai, keberadaan gedung kesenian penting untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya di Kabupaten Pasuruan.

Selama ini, kegiatan pertunjukan, pementasan, maupun pertemuan komunitas seni membutuhkan ruang yang memadai agar bisa berlangsung secara berkelanjutan.

“Kita membutuhkan ruang yang layak bagi seniman untuk berkarya, menampilkan hasil kreativitas, sekaligus mengenalkan kekayaan seni dan budaya Kabupaten Pasuruan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, fasilitas tersebut juga dapat menjadi titik temu berbagai komunitas seni.

Mulai seni pertunjukan tradisional, musik, tari, teater, hingga kegiatan kreatif lain yang membutuhkan panggung dan ruang ekspresi.

Karena itu, Gus Shobih meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, segera menindaklanjuti peluang dukungan dari pemerintah pusat.

Pengajuan perlu disiapkan secara matang, baik dari sisi kebutuhan, perencanaan, maupun kesiapan lokasi.

“Kalau peluang ini sudah mendapat respons positif, dinas terkait harus cekatan menyiapkan usulan resminya. Jangan sampai kesempatan untuk mendapatkan dukungan dari pusat, justru terlewat karena kita lambat menyiapkan administrasi dan perencanaannya,” tegasnya.

Terkait lokasi, Pemkab Pasuruan memiliki sejumlah alternatif yang dapat dikaji. Namun, penentuan tempat tidak boleh hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan.

Aksesibilitas, kedekatan dengan pusat aktivitas masyarakat, serta kesesuaian lokasi dengan fungsi gedung kesenian, juga harus menjadi pertimbangan utama.

Pandaan menjadi salah satu wilayah yang dinilai potensial. Kawasan tersebut memiliki aktivitas ekonomi dan keramaian yang relatif tinggi, didukung keberadaan berbagai pusat hiburan, serta akses menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan.

“Lokasinya memang masih perlu dikaji. Pandaan bisa menjadi salah satu pilihan, karena aktivitas masyarakatnya cukup ramai. Tetapi yang paling penting, lokasi gedung harus strategis, mudah dijangkau, dan benar-benar sesuai dengan fungsi gedung kesenian,” jelasnya.

Sementara itu, Budayawan Pasuruan sekaligus Ketua Forum Pamong Kebudayaan Jawa Timur, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, menyebut usulan pembangunan gedung kesenian di Kabupaten Pasuruan, sebenarnya sudah cukup lama disuarakan.

Belum terealisasinya fasilitas tersebut, menurut dia, menjadi catatan atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan seniman dan budayawan.

“Kami mengapresiasi jika memang pemerintah hari ini serius mulai melihat pentingnya gedung kesenian. Sebab, usulan ini sudah cukup lama disampaikan. Tentu dengan harapan gedung kesenian nanti benar-benar menjadi rumah bersama bagi para pelaku seni dan budaya,” ujarnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
komisi X Gus Shobih gedung kesenian pemkab pasuruan parlemen