Rutan Bangil Lakukan Hal Ini Pada Warga Binaan Perempuan Agar Memiliki Keterampilan

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:58 WIB
DILATIH: Warga Binaan Rutan Bangil saat belajar menjahit dan pembuatan kerajinan. Hal ini ditujukan, agar mereka benar-benar siap, terjun di tengah masyarakat kembali. (rutan bangil)
DILATIH: Warga Binaan Rutan Bangil saat belajar menjahit dan pembuatan kerajinan. Hal ini ditujukan, agar mereka benar-benar siap, terjun di tengah masyarakat kembali. (rutan bangil)

BANGIL, Radar Bromo – Masa pidana tidak hanya soal menjalani hukuman. Bagi lima warga binaan perempuan di Rutan Kelas IIB Bangil, masa tersebut juga dimanfaatkan untuk menyiapkan langkah setelah bebas.

Lima warga binaan itu, mendapat pelatihan menjahit dan membuat kerajinan.

Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi langsung mempraktikkan teknik dasar menjahit, hingga merangkai manik-manik menjadi hasil kerajinan tangan.

Kepala Rutan Bangil Yanuar Rinaldi mengatakan, keterampilan tersebut disiapkan sebagai bekal hingga warga binaan, kembali ke masyarakat.

Terlebih, mereka akan menghadapi situasi ekonomi yang tidak selalu mudah setelah bebas.

Baca Juga: Pegawai-Warga Binaan Rutan Bangil Dites Urine, Ini Hasilnya

Karena itu, warga binaan didorong memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi usaha.

Harapannya, mereka tidak hanya memiliki pengalaman menjalani masa pidana, tetapi juga membawa keterampilan produktif ketika kembali ke lingkungan sosial.

“Kami berharap keterampilan yang dipelajari selama berada di sini, bisa terus dikembangkan dan menjadi bekal bagi warga binaan, untuk lebih mandiri serta produktif, ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Yanuar.

Mereka yang telah menjalani sepertiga masa pidana, mulai disentuh dengan keterampilan praktis.

Termasuk warga binaan dengan masa hukuman pendek. maupun yang sudah mendekati bebas.

“Dengan pola tersebut, masa pembinaan tidak hanya diisi dengan aktivitas rutin. Ada kemampuan baru yang diharapkan bisa dibawa keluar bersama mereka, ketika masa pidana berakhir,” beber Yanuar.

Di tengah tekanan ekonomi dan kebutuhan untuk kembali memperoleh penghasilan, keterampilan usaha menjadi salah satu bekal penting.

“Sebab setelah menjalani masa pidana, tantangannya adalah bagaimana mereka bisa kembali hidup mandiri, produktif, dan memiliki sumber penghidupan,” sampainya. (tom/one)

 Baca Juga: Kamar Mapenaling Rutan Bangil Digeledah Petugas demi Hal Ini

Editor : Moch Vikry Romadhoni
keterampilan warga binaan kerajinan bebas perempuan