Pemkab Pasuruan Punya Tanggungan 26 Persen Balita-Batita Stunting

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:13 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BANGIL, Radar Bromo - Penanganan kasus stunting di Kabupaten Pasuruan, membutuhkan lompatan ekstra.

Pasalnya, sebanyak 26 persen dari total batita dan balita di wilayah setempat, tercatat masih dalam kondisi stunting.

Angka ini cukup tinggi bila dibandingkan rata-rata Jawa Timur, yang sudah berada di posisi 14,7 persen.

Melihat fakta lapangan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan, dr. Arma Roosalina, menegaskan bahwa percepatan penurunan angka stunting, tidak bisa digantungkan pada pundak pemerintah semata.

"Percepatan penurunan stunting, membutuhkan kolaborasi seluruh elemen. Mulai pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga filantropi, hingga kesadaran masyarakat," tegas dr. Arma.

Sebagai solusi konkret, Pemkab Pasuruan merangkul Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Program ini diharapkan bisa mendorong partisipasi aktif masyarakat yang berkecukupan, untuk menjadi donatur asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Targetnya, publik dapat menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu sasaran krusial, seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita berisiko stunting.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, menjelaskan, gerakan GENTING dirancang untuk membangun kesadaran kolektif.

Intervensi yang diberikan tidak cuma terbatas pada perbaikan gizi, melainkan mencakup pembenahan lingkungan secara menyeluruh.

Bantuan yang disalurkan meliputi penyediaan rumah layak huni, pembuat fasilitas jamban (jambanisasi), pengadaan air bersih, edukasi penanganan, pemenuhan nutrisi, hingga program pemberdayaan ekonomi keluarga.

"Stunting itu bukan hanya tentang asupan gizi semata, melainkan faktor lingkungan dan sanitasi juga sangat menentukan keberhasilannya. Gotong royong menjadi orang tua asuh ini adalah kuncinya," tandas Shodiqin. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
batita stunting balita pemkab pasuruan keluarga berencana