BANGIL, Radar Bromo - Kabupaten Pasuruan punya banyak pabrik. Tapi alat pemantau kualitas air sungainya baru satu.
Alat itu bernama onlimo. Sistem pemantauan kualitas air secara online, otomatis, dan real-time milik Kementerian Lingkungan Hidup.
Fungsinya mendeteksi pencemaran lebih cepat, dibanding pengambilan sampel konvensional, sekaligus menyediakan data yang bisa diakses instansi maupun publik.
Satu-satunya onlimo di Kabupaten Pasuruan terpasang di Kali Wangi, Desa Baujeng, Kecamatan Beji. Dipasang pada 2024.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan Nur Kholis mengatakan idealnya, alat itu terpasang di lebih banyak titik, terutama sungai yang terhubung langsung dengan saluran pembuangan limbah pabrik.
“Butuh setidaknya, meski tidak semua sungai, paling tidak yang terhubung dengan saluran pembuangan limbah pabrik,” katanya.
Pengajuan ke kementerian sudah dilakukan. Tapi tidak setiap tahun ada alokasi.
“Cuma memang tidak bisa setiap tahun diberikan oleh Kementerian. Kalau mengajukan, kami sudah ajukan. Yang disetujui ya baru yang di Baujeng pada 2024 itu,” ujar Nur Kholis.
Pengadaan mandiri lewat APBD bukan tidak mungkin. Tapi angkanya besar. Satu unit onlimo diperkirakan menelan biaya sekitar Rp1,27 miliar hingga Rp1,3 miliar.
“Sementara kami juga harus membagi prioritas untuk kebutuhan yang lain. Tahun ini misalnya, kami tengah fokus pada pengelolaan sampah jadi energi,” tandasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin