BANGIL, Radar Bromo - Pengawasan narkoba di Rutan Kelas IIB Bangil diperketat.
BNN Kabupaten Pasuruan ikut turun langsung dalam razia gabungan, yang digelar Kamis malam (17/9).
Tak hanya menggeledah kamar hunian warga binaan. Petugas juga melakukan tes urine, untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).
Sebanyak 30 orang menjalani pemeriksaan urine. Mereka terdiri atas 20 warga binaan dan 10 pegawai Rutan Bangil. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif NAPZA.
Razia tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BNN Kabupaten Pasuruan, serta jajaran Rutan Bangil.
Tes urine menjadi bagian penting dalam razia tersebut. Pemeriksaan tidak hanya menyasar warga binaan, tetapi juga pegawai.
Langkah itu dilakukan, untuk memastikan deteksi dini penyalahgunaan NAPZA di lingkungan rutan.
Kepala BNNK Pasuruan Masduki mengatakan, pemeriksaan berkala menjadi bagian dari upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, di lingkungan pemasyarakatan.
“Kegiatan seperti ini merupakan bentuk sinergi dan komitmen bersama, untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” ujar Masduki.
Kepala Rutan Bangil Yanuar Rinaldi menegaskan, pengawasan tidak berhenti pada razia.
Pemeriksaan dan koordinasi dengan aparat penegak hukum, akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan rutan.
“Kami berkomitmen menjaga Rutan Bangil tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba melalui pengawasan serta sinergi dengan TNI, Polri, BNNK, dan seluruh stakeholder,” tegas Yanuar. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin