BANGIL, Radar Bromo - Cairan vape hari ini bukan lagi persoalan nikotin. BNNK Pasuruan mengindikasi sejumlah liquid rokok elektrik yang beredar di pasaran, mengandung zat berbahaya. Mulai etomidate, sabu cair, hingga THC.
Kepala BNNK Pasuruan Masduki mengatakan indikasi itu sudah cukup meluas, untuk memicu langkah sampling. “Liquid etomidate, shabu cair, dan THC sudah banyak,” katanya.
BNNK Pasuruan sudah membeli sejumlah produk liquid dari pasaran, untuk dikirim ke laboratorium dan diuji kandungannya.
“Kami sudah beli masing-masing untuk sampling dan dikirim ke lab,” ujarnya.
Hasil laboratorium nantinya, menjadi dasar untuk memastikan apakah produk yang beredar benar-benar mengandung zat yang masuk kategori narkotika atau zat berbahaya lainnya.
Kalau terkonfirmasi, temuan itu bisa menjadi pijakan untuk menelusuri jalur distribusinya lebih jauh.
“Ini juga langkah antisipasi yang kami awali dalam merespon usulan BNN di pusat, agar ada regulasi larangan vape untuk mencegah penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Pengawasan, menurut Masduki, tidak cukup hanya menyasar pengguna. Mata rantai distribusi, termasuk penjual liquid, perlu ikut diawasi.
Apalagi produk liquid vape relatif mudah ditemukan dan dipasarkan melalui berbagai kanal, termasuk platform digital.
“Dan sebetulnya dari sisi Kesehatan, sudah banyak juga riset yang menunjukkan bahwa rokok elektrik tidak lebih baik dari rokok konvensional,” bebernya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin