BANGIL, Radar Bromo - Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo mengajak generasi muda untuk berhenti meratapi ketatnya persaingan di dunia kerja.
Pria yang akrab disapa Mas Rusdi tersebut menegaskan, tantangan masa depan tidak akan selesai dengan keluhan.
Melainkan harus dihadapi dengan keberanian bergerak dan keaktifan menangkap peluang.
Pesan motivasi itu disampaikan Mas Rusdi saat membuka Career Day bertema "Menjembatani Talenta SMK/SMA/MA Sederajat Kabupaten Pasuruan Menuju Dunia Kerja" di SMKN 1 Bangil, Rabu (9/9).
Kegiatan inovatif ini digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-1.097 Kabupaten Pasuruan.
Agenda ini memberikan paradigma baru bagi para pelajar. Ratusan siswa tidak sekadar dikenalkan pada peta industri, melainkan dibekali dengan pelatihan kesiapan mental serta keahlian personal (soft skill) sebelum benar-benar lulus sekolah.
Mas Rusdi meminta, pelajar membuang jauh-jauh mentalitas yang gemar menyalahkan keadaan saat menemui hambatan.
Dibandingkan menghabiskan energi untuk mengeluh susah mencari pekerjaan, anak muda Pasuruan dituntut lebih konkret mencari basis informasi dengan mendatangi pihak yang tepat.
"Jangan menjadi pribadi yang gemar menyalahkan orang lain, ketika menghadapi persoalan. Seperti mengeluh cari kerja itu susah. Lebih baik jadilah anak muda yang fokus pada banyak kerja nyata, daripada sekadar mengeluh," tegas Mas Rusdi di hadapan para siswa.
Sebagai langkah nyata, bupati menyarankan para pencari kerja maupun pelajar proaktif mendatangi Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pasuruan.
Instansi tersebut disiapkan, menjadi pusat informasi peluang kerja terintegrasi yang valid bagi masyarakat lokal.
Di samping memompa semangat juang, Mas Rusdi mengingatkan pentingnya menjaga restu orang tua, sebagai kunci kesuksesan karier.
Ia berpesan agar tidak ada anak muda Pasuruan yang tumbuh menjadi pribadi sombong, ketika kelak berhasil menggenggam cita-citanya.
Pada kesempatan itu, Mas Rusdi memaparkan komitmennya untuk memperluas kesempatan kerja lokal.
Ia menggagas regulasi, agar 80 persen serapan tenaga kerja di seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pasuruan, wajib memprioritaskan warga asli daerah setempat.
Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin, menjelaskan bahwa peluang kerja di Kabupaten Pasuruan sebenarnya sangat terbuka.
“Namun, hal itu harus diimbangi dengan kesiapan mental, etika (attitude), teknik menyusun CV, hingga strategi menghadapi wawancara kerja,” sampainya. (one)
Editor : Jawanto Arifin