Sentuhan AI untuk Batik Khas Pasuruan: ITB Yadika Bekali Pelaku UMKM dari Desain hingga Urusan HAKI

Erri Kartika • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:19 WIB

Peserta pelatihan menunjukkan hasil karya batiknya dengan sentuhan AI.

Peserta pelatihan menunjukkan hasil karya batiknya dengan sentuhan AI.

PASURUAN, Radar Bromo– Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kian merambah sektor industri kreatif tradisional.

Menggandeng pelaku usaha lokal, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Yadika Pasuruan menggelar pelatihan inovatif bertajuk pembuatan batik berbasis desain AI di Workshop Nurita Batik Galery, Beji, Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/9).

Agenda pengabdian kepada masyarakat ini menyasar 20 pelaku UMKM se-Kabupaten Pasuruan beserta kalangan mahasiswa.

ITB Yadika Bangil
ITB Yadika Bangil

 

Tak sekadar transfer teknologi desain digital, peserta juga diberi pelatihan secara komprehensif: mulai dari proses alih desain dengan AI, teknik pembatikan canting, pewarnaan, hingga tahapan finishing.

Baca Juga: ITB Yadika Pasuruan Gelar Bangil RUNAWAY dan Luncurkan Toko Kopi Yadika, Coffee Shop Modern Dikelola Unit Mahasiswa

Inisiator sekaligus pendamping kegiatan, Ir. Erri Wahyu Puspitarini, S.Kom., M.MT., menuturkan bahwa integrasi teknologi ini bertujuan menyuntikkan kebaruan lewat kemajuan teknologi tanpa mencabut akar tradisi.

Pemilik Nurita Batik Galery, Nurita Iza Rosdiany (kiri) memberikan pelatihan kepada peserta.
Pemilik Nurita Batik Galery, Nurita Iza Rosdiany (kiri) memberikan pelatihan kepada peserta.

 Aplikasi AI yang dirancang langsung oleh mahasiswa ITB Yadika tersebut difungsikan guna mempercepat eksplorasi motif khas Pasuruan, seperti sedap malam, bunga krisan, hingga desain eksotis dari daun lontar.

“Kami ingin mempermudah pembatik dalam memperkaya motif lokal agar visualnya lebih variatif, unik, dan berdaya saing, namun karakter khas Pasuruannya tetap melekat kuat,” terang Erri di sela-sela pelatihan.

Kebutuhan perajin di era digital juga dijawab tuntas lewat materi hilirisasi produk. Alimin, M.Kom., dosen ITB Yadika, membedah strategi penetrasi pasar digital lewat lokapasar seperti Shopee hingga optimalisasi situs web mandiri.

Sementara itu, aspek proteksi karya diulas tuntas oleh pakar hukum bisnis ITB Yadika, Elsa Assari, SH, MH yang memaparkan pentingnya pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan hak paten motif lokal agar terhindar dari plagiasi.

Suasana proses pencantingan di Nurita Batik Galery.
Suasana proses pencantingan di Nurita Batik Galery.

Pemilik Nurita Batik Galery, Nurita Iza Rosdiany, menyambut positif kolaborasi lintas sektor ini. Baginya, materi yang disuguhkan menjawab langsung persoalan klasik para perajin di lapangan.

“Pelatihan ini paket lengkap. Mulai dari pemanfaatan AI untuk mengatasi kebuntuan desain, strategi pemasaran digital, sampai kepastian legalitas usaha. Kami berharap sinergi antara dunia akademisi dan pelaku usaha riil seperti ini bisa terus berkesinambungan,” ujar Nurita.

Antusiasme serupa dirasakan Mahmudah, pelaku UMKM asal Kalipang, Grati. Mengikuti pelatihan membatik untuk kali pertama, ia mengaku terkesan dengan efisiensi alur kerja dari sketsa AI ke lembaran kain.

“Ternyata prosesnya sangat menyenangkan dan hasilnya memuaskan. Bekal ilmu dari pelatihan ini membuat saya termotivasi untuk mengasah kemampuan batik ke depan,” jelasnya dengan nada optimistis.

Kegiatan ini menggunakan dana hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026 dengan judul Pemberdayaan UMKM Nurita Batik melalui Pengembangan dan Pendampingan Aplikasi Desain Motif Batik Berbasis Artificial Intelligence. (*)

Editor : Muhammad Fahmi
itb yadika bangil batik ai kecerdasan buatan industri kreatif