BANGIL, Radar Bromo - Hasil Muktamar NU ke-35 menjadi kemenangan bersama seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).
Kepengurusan baru diharapkan bisa menjadi peneduh. Bahkan, merangkul seluruh calon yang belum mendapat amanah.
Ketua PCNU Bangil Eddy Supriyanto mengatakan, seluruh tahapan muktamar telah dilalui.
Kini, seluruh elemen NU perlu kembali menyatukan langkah, setelah proses pemilihan selesai.
Ia berharap, seluruh calon yang belum terpilih, tetap diberi ruang untuk berkontribusi.
Perbedaan pilihan selama muktamar, menurutnya, tidak boleh menghilangkan potensi besar yang dimiliki NU.
“Harapannya, merangkul semua calon yang tidak terpilih. Karena kita ini keluarga besar NU. Semua potensi yang ada harus menjadi satu untuk membesarkan NU,” ujarnya.
Eddy menilai NU membutuhkan kekuatan seluruh elemen, untuk menghadapi tugas organisasi ke depan.
NU harus tetap menjadi organisasi keagamaan yang dinamis dan mampu menjadi tumpuan umat Islam maupun negara.
Karena itu, perbedaan dalam muktamar sebaiknya tidak diperpanjang setelah keputusan ditetapkan.
Perbedaan pilihan, justru dapat menjadi modal untuk memperkuat organisasi.
“Kemenangan kita semua. Sudah biasa perbedaan di NU tidak dikembangkan. Cukup dijadikan modal dasar untuk mempersatukan NU secara utuh,” tegas Eddy.
Muktamar menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Forum tersebut juga menetapkan KH Miftachul Achyar sebagai Rais Am. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin