Pemkab Pasuruan Gandeng Ahli untuk Dongkrak Geliat UMKM agar Naik Kelas

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:16 WIB
DUKUNGAN: Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori mengamati dari dekat produk-produk UMKM Kabupaten Pasuruan. (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)
DUKUNGAN: Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori mengamati dari dekat produk-produk UMKM Kabupaten Pasuruan. (Muhamad Busthomi/Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan untuk mengangkat derajat dan menaikkan kelas UMKM lokal, melalui ekosistem pembinaan yang terintegrasi.

Pemkab kini berfokus mengintervensi kelemahan mendasar pelaku usaha, yakni pada sektor penguatan merek, pembiayaan, hingga perluasan akses pasar.

Menurut Gus Shobih-sapaannya, persoalan pengembangan usaha mikro tidak akan cukup, jika pemerintah hanya memberikan pelatihan produksi.

Produk yang berkualitas tinggi sekalipun tetap akan kesulitan berkembang dan bersaing di pasar nasional, jika tidak ditopang oleh manajemen merek dan akses permodalan yang kuat.

"Kami tidak ingin berjalan setengah-setengah. Pemkab mulai mempertemukan para pelaku UMKM dengan pihak perbankan, ahli produk, hingga ahli merek. Kami mengumpulkan para pakar ini, agar semuanya bisa terintegrasi dan bersinergi untuk menaikkan kelas UMKM kita," ujar Gus Shobih di sela agenda penilaian UMKM Award.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) telah menjaring 15 UMKM terbaik dari 24 kecamatan.

Proses seleksi ketat didasarkan pada aspek kemasan (packaging), kualitas, rasa, orisinalitas bahan, hingga unsur kearifan lokal.

Gus Shobih menambahkan, 15 finalis yang terpilih ini diposisikan sebagai motor penggerak sekaligus contoh nyata (role model), untuk merangsang ribuan pelaku usaha lain di Kabupaten Pasuruan.

Program penguatan ekonomi kerakyatan dari hulu ke hilir ini, juga menjadi bagian penting dari pemenuhan 33 program prioritas Pemkab Pasuruan.

Meskipun kompetisi ini nantinya hanya memilih tiga pemenang utama, Wakil Bupati memastikan 12 finalis lainnya tidak akan ditinggalkan.

Pemkab memastikan skema pendampingan, fasilitasi produk, dan perbaikan kualitas pasar akan tetap diberikan secara berkelanjutan agar seluruh finalis benar-benar mampu menembus jaringan pasar yang lebih luas. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
produk Gus Shobih umkm kabupaten pasuruan pemkab pasuruan