Pemkab Pasuruan Sebar 32 Tandon Permanen di 15 Desa Kekeringan, Warga Tak Lagi Tunggu Kiriman Air

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11 WIB
ATASI KEKERINGAN: Sejumlah warga mengantre untuk mengambil air bersih dari tandon permanen di salah satu desa terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)
ATASI KEKERINGAN: Sejumlah warga mengantre untuk mengambil air bersih dari tandon permanen di salah satu desa terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Pemkab Pasuruan tidak hanya mengirim truk tangki. Kini 32 tandon air permanen, sudah berdiri di 15 desa yang didera kekeringan.

Tersebar di empat kecamatan: Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan. Warga mulai memanfaatkannya sejak awal Agustus 2026.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Eko Bagus Wicaksono mengatakan konsentrasi tandon terbesar, ada di Lumbang dan Pasrepan. Karena di sanalah, desa-desa terdampak paling banyak bermukim.

"Kalau paling banyak di Lumbang dan Pasrepan. Karena jumlah desa terdampak kekeringan, dominan di dua daerah tersebut," katanya.

Setiap tandon berkapasitas 5.100 liter. Pembangunannya merupakan respons langsung atas instruksi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, yang meminta penanganan cepat kebutuhan air warga selama masa darurat.

"Karena ini sifatnya darurat dan sangat dibutuhkan, maka sesuai arahan beliau kami diminta untuk membangun banyak tandon air. Masyarakat sangat senang," ujar Eko.

Untuk pengisian, Dinas Cipta Karya menggandeng BPBD Kabupaten Pasuruan, yang punya armada kendaraan pengangkut air.

Setiap hari selama masa darurat, air bersih diisikan ke tandon-tandon tersebut sesuai kebutuhan warga terdampak.

Total anggaran yang dikucurkan sekitar Rp 1,1 miliar dari APBD Kabupaten Pasuruan 2026.

Eko berpesan kepada warga penerima manfaat, agar ikut merawat tandon. Supaya bisa digunakan dalam jangka panjang.

Air di dalamnya bisa dipakai untuk masak, minum, mandi, hingga memberi minum ternak.

"Kami harap masyarakat bisa memanfaatkan untuk masak, minum, mandi sampai ternak sapi, karena banyak di sini yang memelihara sapi," jelasnya. (tom/one)

 

Respon Pemkab Pasuruan Atasi Kekeringan

·                    Bangun 32 tandon air permanen

·                    Kapasitas 5.100 liter per tandon

·                    Anggarkan Rp 1,1 Miliar dari APBD 2026

·                    Disebar di 15 Desa Penerima Manfaat

 

Wilayah Distribusi

Tersebar di 4 Kecamatan Terdampak:

·                    Kecamatan Lumbang (Konsentrasi Terbesar / Desa Terdampak Paling Dominan)

·                    Kecamatan Pasrepan (Konsentrasi Terbesar / Desa Terdampak Paling Dominan)

·                    Kecamatan Winongan

·                    Kecamatan Kejayan

Editor : Jawanto Arifin
krisis air bpbd kekeringan pemkab pasuruan bencana