BANGIL, Radar Bromo - Satreskrim Polres Pasuruan terus bergerak mendalami kasus kericuhan yang pecah di wilayah Sukorejo, Selasa (11/8) dini hari lalu.
Meski sudah mengamankan tujuh orang, petugas masih memburu terduga pelaku yang lain.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan Ipda Daffa Sava Pradana, menyatakan, serangkaian aksi anarkis ini telah menyebabkan enam orang mengalami luka-luka, akibat penganiayaan dan perampasan di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP).
"Penyelidikan masih jalan terus untuk mengungkap keterlibatan pelaku lainnya. Saat ini, baru tujuh orang tersangka yang kami amankan, dan kasusnya kini sudah masuk proses penyidikan," ujar Daffa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketujuh tersangka yang diringkus diketahui beraksi di lima lokasi berbeda.
TKP tersebut tersebar mulai dari Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari; Desa Lemahbang dan Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, hingga kawasan Patung Sapi di Desa Tawangrejo dan wilayah Jetak di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Kendati demikian, pihak kepolisian masih menyisakan pekerjaan rumah untuk mengungkap insiden mencekam, yang terjadi di tepi jalan nasional Malang - Surabaya, tepatnya di Dusun Bareng, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Di lokasi tersebut, pelaku yang belum teridentifikasi melakukan penganiayaan berat, perampasan barang pribadi, hingga membakar satu unit sepeda motor Honda Vario milik korban.
Daffa menegaskan, seluruh rentetan kekerasan di lapangan ini, telah menjadi atensi khusus dari jajaran pimpinan Polres Pasuruan.
Pihaknya berkomitmen untuk mengusut tuntas jaringan pelaku, guna mengembalikan kondusivitas keamanan di wilayah Pasuruan.
"Peristiwa ini menjadi atensi kami. Lidik terus dilakukan untuk mengungkap dan menangkap para pelaku lainnya. Jadi pengejaran tidak akan berhenti pada tujuh tersangka ini saja," bebernya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin