Muktamar NU Dimulai Besok, PCNU Bangil Sudah Komunikasi dengan Hampir Semua Calon

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:34 WIB
Logo Nahdlatul Ulama.
Logo Nahdlatul Ulama.

BANGIL, Radar Bromo — Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang dimulai hari ini, Kamis (27/8). Namun PCNU Bangil belum menentukan sikap terkait calon yang akan didukung dalam pemilihan Ketua Umum PBNU.

Perubahan mekanisme pemilihan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) membuat peta dukungan dinilai masih sangat dinamis. Sehingga, penentukan sikap harus lebih dulu dibahas dalam rapat.

Ketua PCNU Bangil Eddy Supriyanto mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan hampir semua calon yang akan bertarung.

Beberapa calon bahkan datang langsung ke Bangil untuk menyampaikan visi dan misi. Namun Eddy belum bisa memastikan sikap resmi PCNU Bangil.

"Nanti kami rapatkan dulu dengan tim pengurus harian yang ikut muktamar. Semua calon layak. Kami lihat dulu di tata tertib, apakah mereka memenuhi syarat yang akan dibahas besok malam. Yang penuhi kriteria, itu yang jadi pertimbangan," ujarnya.

PCNU Bangil sendiri mengirim empat utusan sebagai muktamirin. Yaitu, Ketua Tanfidz, Sekretaris, Rois Suriah, dan Katib. Dengan mereka ini nanti, sikap akan dibahas.

Menurut Eddy, seluruh calon yang muncul merupakan kiai dengan rekam jejak mumpuni. Mereka antara lain merupakan pemimpin pesantren dan pernah memegang jabatan organisasi.

Situasinya, kata dia, masih sangat dinamis. Terutama setelah muncul usulan agar Ketua Tanfidz PBNU tidak lagi dipilih melalui pemilihan langsung. Melainkan melalui mekanisme Ahwa.

Baca Juga: Kebingungan soal Dualisme, Mahasiswa UNUBA Minta Bantuan Hukum Peradi Bangil

"Kalau nanti pakai Ahwa, semua masih bisa berubah. Jadi memang semua masih dinamis," katanya.

Saat ini, setidaknya ada tiga poros calon yang mengemuka. Poros struktural berkesinambungan dimotori KH Yahya Cholil Staquf dan Prof. KH Nasaruddin Umar.

Lalu poros pesantren mengusung KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Muhammad Yusuf Chudlori, dan KH Abdul Ghaffar Rozin. Sementara poros regenerasi menghadirkan KH Zulfa Mustofa dan KH Abdussalam Shohib.

Terkait isu penolakan Laporan Pertanggungjawaban pengurus PBNU periode lalu, Eddy mengaku PCNU Bangil berada dalam posisi terbatas untuk menilai. "Kami pengurus yang relatif baru, baru tiga bulan. Meski sudah pelajari sejarahnya, kami tidak sepenuhnya tahu sepak terjang PBNU yang lama," katanya.

Eddy mengaku sudah lama berkecimpung di PCNU, tetapi tidak melalui jalur struktural. "Sehingga tidak tahu sejauh mana keberhasilan pengurus hasil Muktamar Lampung," jelas Eddy.

Sebagai informasi, Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama akan digelar mulai hari ini, Kamis sampai Senin (27–31/8) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Jadwal awal, rencananya pembukaan akan dilakukan hari ini pukul 15.00 WIB di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, yang dijadwalkan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto.

Agenda utama Muktama Nahdlatul Ulama yaitu Pemilihan Rais Aam Syuriyah dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pasuruan pcnu bangil muktamar nu pbnu nahdlatul ulama