BANGIL, Radar Bromo - Enam dari sepuluh warga Kabupaten Pasuruan dari wilayah selatan yang sakit, memilih berobat ke RSUD Lawang di Kabupaten Malang.
Data yang diperoleh Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan itu, menjadi salah satu alasan terkuat mengapa pembangunan RSUD ketiga di wilayah selatan, dinilai sudah terlambat.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Tri Laksono mengatakan, kondisi itu terjadi karena warga Purwodadi, Purwosari, Tutur, Tosari, hingga Sukorejo tidak punya pilihan. Jarak ke RSUD Bangil maupun RSUD Grati terlalu jauh.
“Kabupaten Pasuruan menurut kami, terlambat dalam pengadaan rumah sakit di wilayah selatan. Dibandingkan dengan kabupaten tetangga, Sidoarjo dan Probolinggo lebih awal sudah punya tiga rumah sakit daerah,” jelasnya.
Politisi Golkar itu menegaskan, keterlambatan ini bukan hanya soal pelayanan kesehatan yang tidak merata.
Ada kerugian ekonomi yang nyata. Klaim kapitasi dan non-kapitasi dari BPJS Kesehatan, ikut mengalir ke fasilitas kesehatan di luar Kabupaten Pasuruan.
“Pendapatan yang seharusnya bisa masuk ke kas daerah justru dinikmati daerah lain,” bebernya.
Karena itu, rencana Pemkab Pasuruan membangun RSUD ketiga di wilayah selatan disambut positif Komisi IV.
Kehadiran rumah sakit itu, kata Tri, bukan sekadar solusi pemerataan layanan kesehatan.
Tapi juga cara mengoptimalkan potensi pendapatan daerah yang selama ini bocor ke kabupaten tetangga.
“Wilayah selatan Kabupaten Pasuruan mencakup kawasan yang luas dengan kepadatan penduduk yang tidak sedikit. Tosari, Tutur, Purwosari, Purwodadi, hingga Sukorejo menjadi kawasan yang selama ini paling jauh dari jangkauan fasilitas rumah sakit daerah,” bebernya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin