Anggaran Pendidikan dan Kesehatan di Kabupaten Pasuruan Melonjak, Jadi Segini

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:41 WIB
BERI MOTIVASI: Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori memberi motivasi bagi pelajar Sekolah Rakyat beberapa waktu lalu. Dalam Rancangan APBD Perubahan 2026, anggaran untuk pendidikan dan kesehatan diproyeksi mengalami kenaikan. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)
BERI MOTIVASI: Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori memberi motivasi bagi pelajar Sekolah Rakyat beberapa waktu lalu. Dalam Rancangan APBD Perubahan 2026, anggaran untuk pendidikan dan kesehatan diproyeksi mengalami kenaikan. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Anggaran pendidikan dan Kesehatan, mendapat tambahan sekitar Rp 43 miliar dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Pasuruan 2026.

Kenaikan itu terjadi, saat pendapatan transfer dan total belanja daerah justru sama-sama mengalami penurunan.

Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori menyampaikan anggaran pendidikan bertambah Rp24,42 miliar. Dari Rp1,205 triliun dalam APBD 2026 menjadi Rp1,230 triliun dalam rancangan perubahan APBD.

Sektor kesehatan juga mendapat tambahan Rp18,57 miliar. Alokasinya naik dari Rp983,24 miliar menjadi Rp1,001 triliun.

Jika digabung, dua urusan pelayanan dasar tersebut, memperoleh tambahan sekitar Rp43 miliar.

Kenaikan itu menjadi penting, karena terjadi di tengah ruang fiskal daerah yang menyempit.

Pendapatan transfer diproyeksikan turun Rp177,08 miliar. Dari Rp2,304 triliun menjadi Rp2,127 triliun.

Penurunan terbesar berasal dari transfer pemerintah pusat. Nilainya berkurang Rp174,08 miliar menjadi Rp1,972 triliun.

Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru diproyeksikan meningkat Rp115,46 miliar. Dari sekitar Rp1,197 triliun menjadi Rp1,312 triliun.

Kenaikan PAD terutama ditopang pajak daerah. Proyeksinya bertambah sekitar Rp100,62 miliar menjadi Rp753,91 miliar.

Meski PAD meningkat, tambahan tersebut belum sepenuhnya menutup penurunan pendapatan transfer. Dampaknya terasa pada keseluruhan struktur anggaran.

Total belanja daerah dalam rancangan perubahan APBD, juga turun Rp176,97 miliar.

Dari Rp3,917 triliun menjadi Rp3,740 triliun.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah harus memilih pos belanja yang tetap dipertahankan dan sektor yang bisa disesuaikan.

Gus Shobih-sapaannya-mengatakan penyusunan perubahan APBD tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Prioritas diarahkan pada kebutuhan yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.

“Dalam menyusun perubahan APBD ini, kami tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah. Anggaran diarahkan pada kebutuhan yang menjadi prioritas, terutama pelayanan dasar masyarakat,” kata Gus Shobih dalam rapat paripurna pengantar nota keuangan Raperda Perubahan APBD Kabupaten Pasuruan 2026, Kamis (13/8) sore.

Pendidikan dan kesehatan menjadi dua sektor yang tetap diperkuat, meski total belanja daerah turun.

Kebijakan itu menunjukkan, penyesuaian anggaran tidak dilakukan dengan memangkas semua pos secara bersamaan.

“Pendidikan dan kesehatan tetap menjadi perhatian utama. Meskipun ada penyesuaian anggaran secara keseluruhan, dua urusan pelayanan dasar ini tetap kami prioritaskan,” ujarnya.

Dengan tambahan tersebut, tantangannya bergeser pada penggunaan anggaran.

Tambahan Rp43 miliar harus benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

Gus Shobih menegaskan, rancangan tersebut masih akan melalui pembahasan bersama DPRD.

Masukan legislatif akan menjadi bagian dari penyempurnaan sebelum perubahan APBD ditetapkan.

“Berbagai masukan dan pandangan dari DPRD menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk menyempurnakan perencanaan dan penganggaran. Harapannya, anggaran yang ditetapkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya. (tom/one)

 

Proyeksi APBD-P 2026 Kabupaten Pasuruan

SEKTOR NAIK

·                    Pendidikan: Naik Rp 24,42 Miliar (Menjadi Rp 1,230 Triliun)

·                    Kesehatan: Naik Rp 18,57 Miliar (Menjadi Rp 1,001 Triliun)

·                    PAD: Naik Rp 115,46 Miliar (Menjadi Rp 1,312 Triliun)

·                    Pajak Daerah: Naik Rp 100,62 Miliar (Menjadi Rp 753,91 Miliar)

 

SEKTOR TURUN

·                    Transfer Pusat: Turun Rp 174,08 Miliar (Menjadi Rp 1,972 Triliun)

·                    Total Belanja: Turun Rp 176,97 Miliar (Menjadi Rp 3,740 Triliun)

 

DATA PENTING

·                    Rp 43 Miliar: Total tambahan dana untuk Pendidikan dan Kesehatan.

·                    Pelayanan Dasar: Tetap diprioritaskan meskipun ruang fiskal daerah menyempit.

Editor : Jawanto Arifin
kesehatan kabupaten pasuruan pendidikan anggaran apbd perubahan