Dorong 30 Desa Berkembang di Kabupaten Pasuruan Naik Kelas Supaya menjadi Desa Mandiri

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:51 WIB
ILUSTRASI Desa Mandiri
ILUSTRASI Desa Mandiri

 

BANGIL, Radar Bromo-Tiga puluh desa berkembang di Kabupaten Pasuruan ditarget naik kelas menjadi desa maju tahun ini. Dua puluh sembilan desa maju lainnya didorong melangkah lebih jauh. Menjadi desa mandiri.

Data DPMD Kabupaten Pasuruan mencatat, pada 2025 terdapat 30 desa berkembang, 141 desa maju, dan 170 desa mandiri. Tahun ini, pemerintah ingin menggeser angka-angka itu ke atas.

Kepala DPMD Eka Wara Brehaspati mengatakan, sejumlah langkah sudah disiapkan. Mulai dari penguatan Indeks Desa Membangun, optimalisasi tata kelola pemerintahan, hingga pemanfaatan potensi ekonomi lokal dan teknologi digital.

Soal IDM, Eka menegaskan pengisian data bukan sekadar kewajiban administratif. "Data yang akurat akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan, menetapkan program, dan mengalokasikan dukungan pembangunan yang tepat sasaran," katanya.

Saat ini DPMD sedang melakukan sosialisasi dan evaluasi pemutakhiran data IDM ke seluruh kecamatan. Seluruh desa diminta menyelesaikan penginputan 100 persen sesuai jadwal — dengan data yang lengkap, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Eka berharap hasil IDM tidak hanya dipakai untuk pelaporan. Tapi jadi bahan evaluasi nyata bagi desa dalam menyusun perencanaan pembangunan.

"Kami mengajak seluruh pemerintah desa untuk menjadikan hasil indeks desa sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan status kemajuan desa serta sebagai dasar penyusunan RPJM Desa, RKP Desa, dan APB Desa," tegasnya. (tom/fun)

Editor : Abdul Wahid
desa berkembang desa mandiri pemkab pasuruan