BANGIL, Radar Bromo - Risiko penularan penyakit menular di lingkungan lembaga pemasyarakatan menjadi perhatian serius.
Untuk memetakan kondisi kesehatan warga binaan, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bangil menggelar skrining HIV terhadap 300 warga binaan.
Kegiatan berlangsung Jumat (31/7). Kepala Rutan Bangil Yanuar Rinaldi mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, apabila ditemukan warga binaan yang membutuhkan layanan kesehatan lanjutan.
“Deteksi dini menjadi langkah penting, untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan, sekaligus mencegah potensi penularan penyakit di dalam rutan. Dengan begitu, tindak lanjut pelayanan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Pelaksanaan skrining melibatkan sembilan puskesmas di Kabupaten Pasuruan serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Selain menjalani pemeriksaan, warga binaan juga mendapatkan edukasi mengenai HIV, cara penularan, hingga pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Menurut Yanuar, tingginya mobilitas penghuni rutan membuat layanan kesehatan preventif, harus dilakukan secara berkala.
Skrining tidak hanya bertujuan menemukan kasus lebih awal, tetapi juga menjadi dasar penyusunan langkah pencegahan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami ingin memastikan setiap warga binaan, memperoleh hak atas pelayanan Kesehatan. Sekaligus meningkatkan kesadaran mereka, untuk menjaga kesehatan selama menjalani masa pembinaan,” katanya.
Hasil pemeriksaan, akan menjadi dasar tindak lanjut medis bagi warga binaan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, sesuai prosedur pelayanan kesehatan yang berlaku. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin