BANGIL, Radar Bromo - Aksi heroik Muhammad Shofi Bahtiar, 24, penjaga pintu perlintasan kereta api (PJL) JPL 105 Bangil, Kabupaten Pasuruan, terus menuai apresiasi.
Setelah berhasil menyelamatkan seorang pria yang diduga hendak mengakhiri hidup di rel kereta, kini Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengusulkan penghargaan khusus bagi petugas tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan Digdo Sutjahjo mendatangi Pos JPL 105 di Kelurahan Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, untuk menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Shofi.
Menurut Digdo, keberanian yang ditunjukkan Shofi merupakan bentuk dedikasi luar biasa, dalam menjalankan tugas sekaligus menyelamatkan nyawa manusia.
“Ini patut kita apresiasi. Kami berterima kasih kepada Mas Shofi. Semangatnya luar biasa untuk membantu masyarakat yang berada di sekitar perlintasan,” ujarnya.
Dishub telah melaporkan aksi heroik tersebut kepada Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo.
Saat ini, pihaknya juga mengusulkan agar Shofi memperoleh penghargaan tingkat kabupaten, atas keberanian dan pengabdiannya.
Digdo menjelaskan, keputusan cepat yang diambil Shofi bukan semata-mata keberanian spontan.
Seluruh petugas penjaga perlintasan di Kabupaten Pasuruan, diwajibkan mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus sebelum diterjunkan ke lapangan.
“Sebelum menjadi petugas, mereka dipersyaratkan mengikuti pendidikan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, sehingga memiliki sertifikat khusus sebagai penjaga perlintasan,” jelasnya.
Pembekalan tersebut, lanjut Digdo, dirancang untuk membentuk kemampuan petugas, dalam mengambil keputusan cepat ketika menghadapi situasi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Shofi mempertaruhkan nyawanya saat menarik Dasuki, warga Masangan, yang berdiri di tengah rel sesaat sebelum KA Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung melintas.
Meski sempat mendapat perlawanan, Shofi berhasil menyeret korban keluar dari jalur kereta beberapa detik sebelum lokomotif melintas.
Aksi itu menyelamatkan nyawa Dasuki, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan fatal di jalur kereta. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin