BANGIL, Radar Bromo - DPRD Kabupaten Pasuruan benar-benar merespons dugaan keracunan yang dialami belasan pelajar SMAN 1 Pandaan, usai mengonsumsi MBG.
Meski hasil laboratorium dinyatakan negatif, mereka masih menemukan sejumlah persoalan yang mesti segera dibenahi.
Hal itu terungkap saat Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan sidak ke dapur SPPG di Jalan Dr Soetomo, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (31/7). Yang ditemukan dari sidak itu, tidak menggembirakan.
Ketua Komisi IV Andri Wahyudi mengatakan, ada tiga persoalan krusial yang langsung terlihat.
Yaitu masalah IPAL yang belum beres, sertifikasi chef yang tidak lengkap, dan kuota MBG yang melebihi kapasitas dapur.
“Dari hasil sidak, kami menemukan beberapa persoalan yang sangat krusial, mulai dari IPAL, sertifikasi chef, hingga kuota MBG,” ungkap politikus PDI Perjuangan itu.
Andri tidak hanya berbicara sebatas kapasitasnya sebagai anggota dewan. Ia juga bicara sebagai wali murid.
Anaknya sendiri minta dikirim makanan dari rumah. Hal itu dinilainya bentuk trauma yang dialami siswa, usai kejadian keracunan.
“Dan sangat mungkin kekhawatiran semacam ini, juga dirasakan siswa maupun orang tua lain,” katanya.
Soal hasil laboratorium dari insiden keracunan di SMAN 1 Pandaan, Komisi IV akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.
“Nanti kami minta hasil lab-nya seperti apa, untuk mengetahui penyebab belasan pelajar mengalami muntah-muntah dan gatal-gatal sampai 9 pelajar dibawa ke puskesmas,” imbuhnya.
Diketahui, SPPG tersebut mendapat kuota 3.800 porsi setiap harinya. Akan tetapi, sebanyak 1.700 porsi yang lain diberikan ke SPPG di Durensewu. Alasannya SPPG tersebut belum menerima anggaran dari BGN.
Sekretaris Komisi IV Najib Setiawan menegaskan, tidak ada toleransi soal kelayakan dapur MBG.
Program ini dibiayai APBN dan menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Standarnya harus dipenuhi, bukan ditafsirkan sesuka pengelola.
“Kualitas makanan harus benar-benar diperhatikan koki atau chef. Dapur SPPG tidak boleh asal masak,” ujar Najib.
Legislator PKS itu meminta pengelola dan mitra MBG segera memperbaiki seluruh temuan, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Dari temuan ini, kami minta pengelola atau mitra MBG segera melakukan perbaikan,” tegasnya. (tom/one)
TEMUAN SIDAK KOMISI IV DPRD KABUPATEN PASURUAN
Lokasi Sidak: Dapur SPPG, Jalan Dr. Soetomo, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan
3 Temuan Krusial Dewan
· Masalah IPAL: Instalasi Pengolahan Air Limbah di area dapur belum beres dan belum memenuhi standar kelayakan kebersihan.
· Sertifikasi Chef: Tenaga juru masak (koki/chef) utama belum memiliki sertifikasi kompetensi resmi yang lengkap.
· Overload Kuota: Kapasitas operasional dapur melebihi batas ideal akibat limpahan porsi dari wilayah lain.
Data Produksi Harian Dapur SPPG
· Kapasitas Dapur: Kelebihan beban operasional masak harian.
· Kuota Utama: 3.800 porsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) per hari.
· Kuota Tambahan: 1.700 porsi dialihkan dari SPPG Durensewu (karena kendala anggaran BGN di wilayah tersebut).
Latar Belakang dan Tindakan Lanjut
· Pemicu Sidak: Kasus dugaan keracunan massal yang dialami belasan pelajar SMAN 1 Pandaan (9 siswa sempat dilarikan ke puskesmas).
· Rekomendasi Tegas Dewan:
· Pengelola dan mitra MBG wajib melakukan perbaikan total pada standar kelayakan dapur secepatnya.
· Komisi IV segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membedah hasil laboratorium sampel makanan.
Editor : Jawanto Arifin