BANGIL, Radar Bromo-Ruang auditorium Mpu Sindok di kantor Bupati Pasuruan heboh Selasa (7/7) pagi. Di ruangan yang kerap menjadi aula dan acara resmi itu, ratusan orang datang untuk menyaksikan awarding lomba inovasi dan teknologi Kabupaten Pasuruan Maju Adil dan Sejahtera (Inopamas) 2026.
Mereka yang datang bukan hanya dari unsur pemerintahan dan pejabat dari banyak instansi. Tetapi juga masyarakat umum. Dan tentu saja ada para inovator Inopamas yang harus dibuat deg-degan untuk menantikan pelaksanaan anugerah sembari menantikan pengumuman pemenang lomba.
Ya, Selasa pagi memang menjadi puncak acara lomba Inopamas 2026. Sebuah lomba yang tahun ini sudah memasuki tahun ketiga.
Semua inovator yang masuk menjadi nomine, tidak hanya sebagai undangan. Tetapi mereka juga datang dengan membawa inovasinya untuk dipamerkan.
Karya mereka dipamerkan di stan-stan yang sudah disediakan di dalam auditorium.
Di situpula inovasi mereka dilihat oleh Wabup Shobih Asrori satu persatu. Orang nomor dua di Kabupaten Pasuruan itu begitu tertarik dengan inovasi dari nomine. Interaksi pun terjadi, mulai dari bertanya hingga dicoba dipraktikkan.
Dari situpula Gus Shobih, panggilan akrab wabup, bersemangat saat meninjau stan milik Rivaldy Dzulkarnain dengan Inovasi Oling Group. Sebuah inovasi digital yang kiniuu sudah dimanfaatkan oleh 80 orang di sekitar wilayah Nguling.
“Simpel, tetapi sangat dibutuhkan. Ini juga sejalan dengan program yang dirancang Pak Bupati Rusdi Sutejo untuk memasarkan produk-produk Kabupaten Pasuruan di pasar tradisional,” beber Gus Shobih.
Saat ini dunia digital sudah merambah ke masyarakat. Platform pun bisa memilih. “Jika ini disinergikan dengan program Pak Bupati, maka pedagang di pasar tak hanya berjualan secara offline, tetapi online juga.
Kalau diterapkan di semua pasar di Kabupaten Pasuruan, maka ini menjadi perputaran ekonomi yang menguntungkan,” beber Gus Shobih saat memberi sambutan.
Gus Shobih pun senang karena dari tahun ke tahun, innovator yang ikut di Inopamas selalu bertambah.
“Banyak kemajuan, dari yang dulunya 110 inovator, tahun ini 180 inovator. Bahkan kepala Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah) Bakti Jati Permana menyebut, Kab Pasuruan ada di rangking 38, dari 416 seluruh Indonesia.Inovasi-inovasi ini tentu ada yang yang bisa kita integrasikan, Misalnya program di dinas pendidikan dengan gerbang kembarnya (gerakan bangkit belajar),” beber Gus Shobih.`
Pemkab, kata Gus Shobih, juga terus mendorong terciptanya budaya inovasi di semua sector. Mulai lembaga pendidikan, dunia usaha dan komunitas. Karena dari inovasi inilah yang mampu menjawab permasalahan.
“Karena inovasi adalah melahirkan sebuah ide. Sebuah metode. Kreatifitas. Inovasi itu untuk efisiensi diri kita sendiri, sebuah hasil solusi, sebuah hasil, dan inovasi ini harus muncul,” beber Gus Shobih
Hal yang sama diungkapkan Kepala Bapperida Bakti Jati Permana. Kata dia, ekspektasi publik terhadap kualitas pelayanan pemerintah daerah. Ini berjalan linier dengan perkembangan teknologi informasi. Dalam ekosistem dinamis ini, inovasi daerah tidak lagi dipandang sebagai kebijakan. Namun sudah menjadi keharusan struktural.
Landasan inilah yang membuat Bapperida selalu mensupport Inopamas hingga di tahun ketiganya. Inovator yang potensial pun punya kesempatan untuk diikutkan di lomba inovasi yang levelnya lebih tinggi seperti di regional maupun nasional. (fun)
Editor : Fandi Armanto