BANGIL, Radar Bromo - Mulai 15 Juni, 1.513 petugas BPS Kabupaten Pasuruan turun ke lapangan.
Mereka akan mengetuk pintu rumah, warung, pabrik, dan tempat usaha di seluruh penjuru kabupaten. Mencatat denyut ekonomi yang sesungguhnya.
Sensus Ekonomi 2026 berlangsung hingga 31 Agustus. Kepala BPS Kabupaten Pasuruan Bagas Susilo mengatakan dari total petugas, 1.335 orang bertugas sebagai Petugas Pencacah Lapangan dan 178 lainnya sebagai Petugas Pemeriksa Lapangan.
Perempuan mendominasi, sebanyak 852 orang, sisanya 661 laki-laki.
Mereka direkrut melalui seleksi ketat, administrasi, tes tertulis, wawancara. Setelah lolos, mereka dibekali pelatihan tiga hari sebelum turun ke lapangan.
“Seluruh petugas telah melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis hingga wawancara,” ujar Bagas.
Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo meminta warga menyambut petugas dengan terbuka.
“Ketika ada petugas sensus yang datang, terima dengan baik dan berikan keterangan yang sebenarnya. Itu fondasi agar kebijakan pembangunan kita bisa tepat sasaran,” ujarnya.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Agus Setiya Wardana menilai data sensus, hanya akan berguna kalau yang masuk adalah data yang jujur.
“Masyarakat dan pelaku usaha, perlu memberikan data yang benar. Agar pemerintah, punya gambaran riil kondisi ekonomi di lapangan,” katanya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin