Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

75 Desa di Kabupaten Pasuruan yang Masuk Rawan Bencana, Baru Segini yang Terbentuk Destana

Muhamad Busthomi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 12:12 WIB
Ilustrasi (gemini ai)
Ilustrasi (gemini ai)

BANGIL, Radar Bromo - Dari 75 desa rawan bencana di Kabupaten Pasuruan, baru 30 yang sudah berstatus Desa Tangguh Bencana. Tahun ini, tiga desa lagi menyusul. Tapi 42 lainnya masih menunggu giliran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan ketiga desa yang sedang berproses adalah Desa Gerbo dan Desa Cowek di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, serta Desa Ngadirejo di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

"Untuk tahun 2026, ada tiga desa yang masih berproses. Yakni Desa Gerbo dan Desa Cowek di Kecamatan Purwodadi serta Desa Ngadirejo di Kecamatan Tutur," katanya.

Dengan tambahan itu, total Destana di Kabupaten Pasuruan akan mencapai 33 desa dan kelurahan.

Artinya, masih ada 42 desa rawan yang belum memiliki sistem kesiapsiagaan terstruktur di tingkat komunitas.

Angka itu menjadi PR yang tak bisa dianggap sepele. Kabupaten Pasuruan menghadapi beragam ancaman bencana.

Banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran hutan dan lahan di kawasan pegunungan.

Tanpa Destana, warga di desa-desa itu bergantung pada respons dari luar ketika bencana datang, sementara ancaman bisa muncul kapan saja.

"Melalui program Destana, warga mendapat pelatihan, pemetaan risiko bencana, penyusunan rencana kontinjensi, hingga pembentukan relawan siaga bencana di tingkat desa,"katanya.

Sugeng menegaskan keterlibatan warga adalah kunci. Sebab merekalah yang pertama kali menghadapi dampak ketika bencana datang. Jauh sebelum bantuan dari luar bisa tiba.

"Harapannya masyarakat semakin siap, memahami potensi ancaman di wilayahnya, serta mampu melakukan langkah mitigasi dan penanganan awal saat terjadi bencana," jelasnya.

Ia memastikan 42 desa yang belum terjangkau tetap menjadi prioritas pendampingan.

Prosesnya bertahap, menyesuaikan kapasitas dan ketersediaan anggaran setiap tahun. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#desa #bpbd #kabupaten pasuruan #bencana #destana