BANGIL, Radar Bromo – Timbunan sampah di Kabupaten Pasuruan mencapai 428.850 ton per tahun. Terus bertambah. Namun di sisi lain, tingkat pengurangan sampah justru menunjukkan tren naik. Dari 8,9 persen menjadi 22 persen dalam lima tahun terakhir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Nur Kholis menyebut, peningkatan angka pengurangan tersebut bukan tanpa sebab.
Menurutnya, penguatan pengolahan sampah dari hulu menjadi kunci utama. Bukan hanya bertumpu pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
“Tidak bisa hanya mengandalkan TPA. Harus dimulai dari rumah tangga,” katanya.
Dari total timbulan sampah tersebut, baru sekitar 63.855 ton atau 14,89 persen yang berhasil diolah melalui berbagai fasilitas pengolahan sampah. Sementara sisanya masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Untuk memperkuat sistem pengelolaan, pemerintah daerah terus menambah fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Jika pada 2020 jumlahnya baru 45 unit, kini bertambah 18 unit baru yang tersebar di seluruh kecamatan.
Selain itu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) juga mulai dibangun di tingkat kecamatan sebagai upaya memperluas jangkauan pengolahan sampah di daerah.
Menurut Nur Kholis, sampah yang berhasil ditangani sebagian besar merupakan sampah anorganik, sementara sampah organik sudah dipilah sejak dari rumah tangga. “Target kami terus naik setiap tahun,” ujarnya.
Legislatif juga menoroti peningkatan angka pengurangan sampah tersebut. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Yusuf Daniyal menilai capaian tersebut perlu diiringi dengan pengawasan yang lebih ketat di lapangan agar sesuai dengan kondisi riil.“Kami ingin memastikan data itu benar-benar tercermin di lapangan,” tegasnya.
Daniel –sapaan Yusuf Daniyal– juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah, terutama di kecamatan yang belum memiliki TPST. Menurutnya, ketimpangan fasilitas akan membuat beban TPA tetap tinggi.
“Kalau fasilitasnya belum merata, beban TPA tidak akan berkurang. Ini yang harus segera dikejar,” katanya. (tom/hn)
Editor : Moch Vikry Romadhoni