Pendirian RSUD Baru di Wilayah Selatan Kabupaten Pasuruan Diharapkan Bisa Dongkrak IPM

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Jumat, 29 Mei 2026 | 02:13 WIB
Ilustrasi rumah sakit (gemini ai)
Ilustrasi rumah sakit (gemini ai)

BANGIL, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan, mulai mematangkan rencana pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) baru, di wilayah selatan.

Kehadiran fasilitas kesehatan itu dinilai penting, untuk memperluas akses layanan medis sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo mengatakan, wilayah selatan selama ini, masih menghadapi persoalan jarak dan akses layanan kesehatan rujukan.

Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan RSUD Purwodadi, sebagai penguat layanan kesehatan di kawasan tersebut.

“Wilayah selatan membutuhkan fasilitas layanan kesehatan yang lebih dekat dan representatif,” katanya.

RSUD Purwodadi direncanakan dibangun, di kawasan dekat pintu keluar Tol Purwodadi.

Lokasi itu dipilih, karena dinilai strategis menjangkau sejumlah kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Pasuruan.

Selain melayani kebutuhan masyarakat umum, rumah sakit tersebut juga diproyeksikan menjadi penunjang penanganan kedaruratan.

Termasuk untuk kawasan pegunungan dan jalur wisata, yang selama ini cukup padat aktivitas.

Direktur Humanist Center Khafizh Rosyidi menilai pembangunan rumah sakit baru di wilayah selatan, bukan sekadar proyek infrastruktur kesehatan.

Menurut dia, keberadaan fasilitas kesehatan akan berdampak langsung terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Pembangunan yang berkeadilan, adalah pembangunan yang menjangkau sampai pelosok. Karena kesejahteraan sejati, dimulai dari kesehatan yang baik untuk semua,” ujarnya.

Menurut Khafizh, selama ini ketimpangan akses layanan kesehatan, masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan.

Karena itu, keberadaan rumah sakit baru, diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan dasar masyarakat.

“Kalau akses kesehatan semakin dekat, kualitas hidup masyarakat juga ikut meningkat. Dampaknya, tentu bisa terlihat pada tren IPM ke depan,” tukasnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
rsud ipm kabupaten pasuruan Purwodadi