BANGIL, Radar Bromo – Bayang-bayang penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penularan virus zoonosis, membuat otoritas peternakan Kabupaten Pasuruan memperketat pengawasan lalu lintas ternak.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kabupaten Pasuruan Muhammad Syaifi menegaskan, pengetatan di tingkat pelapak mulai dilakukan.
Langkah ini menjadi benteng pertama, untuk memastikan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat masuk kategori aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).
“Ancaman penyakit ternak seperti PMK itu belum sepenuhnya hilang, masih harus kita waspadai. Begitu juga dengan penyakit menular lainnya. Selain faktor kesehatan, kami juga mengecek kelayakan syariatnya, seperti memastikan ternak sudah masuk usia kurban atau poel,” kata Syaifi.
Baca Juga: Jelang Idul Kurban Tetap Waspada, di Kota Proboliggo Temukan 25 Sapi Terpapar PMK
Guna mengawal ketat peredaran hewan kurban di 24 kecamatan, DKP3 menginstruksikan ratusan personel untuk turun ke lapangan.
Mereka tidak hanya bekerja sebelum hari H, melainkan hingga masa penyembelihan rampung.
“Ada 100 petugas yang masuk dalam Tim Pengawas Hewan Kurban. Mereka disebar secara masif untuk melakukan pengawasan, baik pemeriksaan ante mortem saat ini maupun post mortem (pemeriksaan daging setelah disembelih) hingga H+3 Lebaran nanti,” imbuh Syaifi. (tom/one)
Baca Juga: Harga Hewan Kurban Naik Tipis, di Kota Probolinggo Butuh 1.721 Ekor Domba-Kambing dan 305 Ekor Sapi
Editor : Moch Vikry Romadhoni