Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Nekat, Aksi Dugaan Pencurian Kabel Trafo di Bangil Pasuruan Terekam CCTV

Fuad Alyzen • Minggu, 10 Mei 2026 | 09:21 WIB
TEREKAM: Tindak dugaan pencurian kabel trafo di wilayah Latek, Kecamatan Bangil yang terekam CCTV. (Tangkapan Layar)
TEREKAM: Tindak dugaan pencurian kabel trafo di wilayah Latek, Kecamatan Bangil yang terekam CCTV. (tangkapan layar cctv)

BANGIL, Radar Bromo - Aksi pencurian fasilitas umum, meresahkan warga Kabupaten Pasuruan. Kali ini, sebuah trafo listrik di tepi jalur Pantura, Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, Pasuruan, menjadi sasaran komplotan maling kabel pada Jumat (8/5) dini hari.

Meski dilakukan di area terbuka, aksi nekat kedua pelaku terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Berdasarkan rekaman CCTV, dua pria terlihat mendekati trafo sekitar pukul 01.30.

Dengan gerak-gerik yang terlatih, mereka membongkar komponen dalam trafo secara cepat, sembari memantau situasi lalu lintas di jalur utama tersebut. Kecepatan aksi mereka, membuat warga maupun pengguna jalan yang melintas, tidak menaruh curiga.

Seorang petugas PLN yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pencurian di wilayah Bangil ini bukanlah yang pertama.

Sejak awal tahun 2026, rentetan pencurian kabel trafo, telah terjadi berulang kali di berbagai titik di Pasuruan.

"Petugas sebenarnya sudah melakukan patroli rutin. Saat dicek sebelum kejadian, kondisi trafo masih aman dan lengkap. Namun, menjelang subuh saat diperiksa kembali, kabel sudah raib. Setelah kami cek CCTV milik toko ban di dekat lokasi, barulah terlihat ada aktivitas pencurian," jelasnya.

Dalam insiden kali ini, pelaku berhasil menggondol empat lonjor kabel trafo dengan total panjang mencapai 36 meter.

Akibatnya, distribusi listrik ke pelanggan di area sekitar sempat lumpuh total. PLN terpaksa memadamkan aliran listrik untuk proses pengalihan beban ke jaringan lain guna meminimalisir dampak pemadaman yang lebih luas.

Catatan pihak PLN menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2026 ini saja, tercatat sudah ada sekitar enam hingga delapan trafo yang menjadi sasaran empuk para pencuri.

Selain kerugian materiil berupa kerusakan fasilitas, tindakan ini sangat merugikan masyarakat karena mengganggu stabilitas suplai listrik.

Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno, menegaskan pihaknya akan melakukan penelusuran atas kasus tersebut. “Kami akan telusuri terlebih dahulu,” ujarnya singkat. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kabel #trafo #terekam cctv #pencurian #pln