BANGIL, Radar Bromo - Kasus penembakan menggunakan senjata airsoft gun yang viral di media sosial, kini tengah menjadi prioritas Satreskrim Polres Pasuruan.
Insiden berdarah tersebut diketahui terjadi di Lingkungan Tretes, Kecamatan Prigen, pada Kamis (16/4) pagi, melibatkan seorang pramujasa dan pemilik wisma.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menguraikan, perkara ini sudah tahap penyidikan.
Korban diketahui berinisial SU, 43, warga Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen.
Sementara terlapor adalah Y, seorang pemilik wisma di kawasan Tretes yang kini melarikan diri.
"Laporan resmi sudah kami terima pada Jumat (17/4) lalu. Kejadian ini dipicu oleh cekcok mulut yang berujung pada tindakan anarkis dan penembakan," jelas Joko.
Kronologi bermula pada Rabu (15/4) malam saat SU menyewa jasa pemandu lagu (LC) dari wisma milik Y seharga Rp 800 ribu.
Namun, karena merasa layanan tidak sesuai kesepakatan, SU mengembalikan LC tersebut pada Kamis (16/4) dini hari dan meminta uangnya kembali.
Setelah musyawarah yang dilakukan pukul 04.00, tidak membuahkan hasil, situasi memanas pada pukul 08.00 pagi.
SU yang datang kembali sambil membawa potongan besi merusak fasilitas wisma milik Y.
Terpancing emosi, Y kemudian melepaskan tembakan airsoft gun sebanyak tujuh kali yang mengenai wajah dan tubuh korban.
"Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Prigen, sedangkan terlapor kabur dari lokasi. Saat ini tim lapangan sedang melakukan pengejaran," tambah Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Daffa Sava Pradana. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin