BANGIL, Radar Bromo - Angin segar berembus bagi pencari kerja di Kabupaten Pasuruan.
Sebuah investasi raksasa di sektor pengolahan aluminium siap berdiri di “Bumi Sakera”.
Tak tanggung-tanggung, proyek jumbo investor asal Tiongkok itu diproyeksikan bakal menyerap tenaga kerja yang jumlahnya fantastik.
Yakni, sekitar 2.000 tenaga kerja, yang tentunya akan diprioritaskan bagi warga lokal kabupaten Pasuruan.
Kepastian tersebut mengemuka, setelah Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo menerima kunjungan strategis Owner Bosai Mineral Group, Mr. Elen, didampingi Plt.
Direktur Utama PT. SIER, Lussi Erniawati serta perwakilan manajemen selaku mitra kawasan industry di Kantor Bupati Pasuruan, Raci, Kamis (16/4) lalu.
Pertemuan lanjutan ini, menjadi sinyal kuat realisasi pembangunan pabrik smelter yang bakal menempatkan Pasuruan dalam peta industri global skala nasional. Menyadari skala investasi yang masif itu, Bupati Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk menggelar "karpet merah" bagi para investor.
Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan itu, menjamin bahwa kendala birokrasi tidak akan menjadi penghalang bagi masuknya investor yang membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warganya.
"Saya selaku Bupati menjamin kepastian hukum dan kemudahan perizinan investasi. Kami ingin PT Bosai dan para investor lainnya merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di sini," tegas Mas Rusdi-sapaannya.
Ia menambahkan, pemangkasan jalur birokrasi ini tetap berjalan beriringan dengan penataan ruang dan kelestarian lingkungan agar zonasi industri tetap terjaga.
Bagi Pemkab Pasuruan, proyek strategis ini diprediksi akan menjadi motor baru penggerak ekonomi dari investasi jumbo di kabupaten tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, potensi penyerapan tenaga kerja dari pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai 2.000 orang, yang akan diprioritaskan bagi masyarakat lokal Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, kehadiran Bosai Mineral Group bukan sekadar angka investasi, melainkan solusi nyata bagi ketersediaan lapangan kerja di Pasuruan.
Rencana pembangunan pabrik pengolahan aluminium beserta turunannya ini, menempatkan Kabupaten Pasuruan dalam peta industri smelter global.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 25 triliun, proyek ini diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi daerah dan nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Menyadari skala besar dari proyek ini, Mas Rusdi mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk memberikan doa dan dukungannya.
Kelancaran proses pembangunan hingga operasional nantinya sangat bergantung pada kondusivitas wilayah.
"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan agar prosesnya berjalan lancar. Ini adalah langkah besar untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan meningkatkan taraf hidup masyarakat kita," bebernya.
Di sisi lain, Mr. Elen selaku pemilik Bosai Mineral Group mengaku terkesan dengan sambutan hangat dan dukungan regulasi dari Bupati beserta jajaran.
Pihaknya optimis bahwa sinergi antara teknologi industri Bosai dan potensi sumber daya di Pasuruan akan membuahkan hasil produktifitas yang tinggi. (ube/one)
Editor : Jawanto Arifin