Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ruas Wonosari–Pungging di Tutur Pasuruan Disurvei usai Tuai Keluhan Warga

Muhamad Busthomi • Minggu, 19 April 2026 | 12:27 WIB
CEK LAPANGAN: Pegawai Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK) Kabupaten Pasuruan dan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, saat mengecek kondisi jalan Wonosari-Pungging, Kecamatan Tutur, yang rusak. (DPRD Kabupaten Pasuruan for Radar Bromo)
CEK LAPANGAN: Pegawai Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK) Kabupaten Pasuruan dan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, saat mengecek kondisi jalan Wonosari-Pungging, Kecamatan Tutur, yang rusak. (DPRD Kabupaten Pasuruan for Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Kerusakan jalan di ruas Wonosari–Pungging, Kecamatan Tutur, mulai ditindaklanjuti.

Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK) Kabupaten Pasuruan telah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan survei kondisi terkini.

Langkah ini diambil, sebagai respons atas keluhan warga yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan membahayakan pengguna.

Hasil survei akan menjadi dasar penentuan skema penanganan, apakah cukup melalui pemeliharaan rutin atau masuk dalam paket pekerjaan reguler.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDA BMBK Kabupaten Pasuruan, Eritrina, menjelaskan, tim saat ini masih melakukan pemetaan kondisi di lapangan.

“Ini masih tahap survei untuk melihat kondisi riil. Nanti akan dikaji apakah penanganannya melalui pemeliharaan rutin atau masuk pekerjaan reguler,” jelasnya.

Ia memastikan, hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang paling efektif dan tepat sasaran.

“Pemda berkomitmen memberikan layanan infrastruktur yang optimal bagi masyarakat,” imbuhnya.

Langkah cepat dinas tersebut mendapat apresiasi dari DPRD Kabupaten Pasuruan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, menilai respons tersebut menunjukkan bahwa laporan masyarakat ditindaklanjuti.

Menurutnya, kerusakan jalan di ruas tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ia menyebut, telah terjadi sejumlah insiden akibat kondisi jalan yang rusak.

Penanganan diharapkan bisa segera direalisasikan, agar aktivitas warga kembali lancar dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

“Ini menyangkut keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#pasuruan #jalan rusak #dprd kabupaten pasuruan #Tutur