Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Pemerintah-Bulog Pacu Serapan Gabah Petani Lokal

Muhamad Busthomi • Rabu, 15 April 2026 | 10:36 WIB
PANGGUL: Tiga buruh tani saat memanggul gabah-gabah yang ada di sawah. Sejauh ini, realisasi penyaluran beras SPHP di Kabupaten Pasuruan, masih rendah. (M Zubaidillah for Jawa Pos Radar Bromo)
PANGGUL: Tiga buruh tani saat memanggul gabah-gabah yang ada di sawah. Sejauh ini, realisasi penyaluran beras SPHP di Kabupaten Pasuruan, masih rendah. (M Zubaidillah for Jawa Pos Radar Bromo)

 

BANGIL, Radar Bromo – Upaya menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Pasuruan, terus diperkuat.

Tidak hanya memastikan ketersediaan stok di gudang Bulog, pemerintah daerah juga didorong untuk mengoptimalkan serapan hasil pertanian lokal.

Langkah tersebut dinilai penting, sebagai bagian dari sinergi antara Pemkab Pasuruan dan Bulog dalam membangun sistem pangan yang terintegrasi.

Apalagi, dinamika geopolitik global turut memberi pengaruh terhadap stabilitas pangan nasional.

Berdasarkan data realisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2026, penyaluran beras di Kabupaten Pasuruan, masih tergolong rendah.

Dari target 3,1 juta kilogram, realisasi baru mencapai sekitar 97.500 kilogram atau 0,89 persen.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, mengatakan pihaknya turun langsung untuk memastikan kondisi stok pangan tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Bulog Jamin Stok Pangan di Jawa Timur Aman hingga 14 Bulan

“Kami ingin memastikan stok beras benar-benar aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat, tidak perlu melakukan panic buying,” ujarnya.

Ia menegaskan, percepatan distribusi tetap harus dilakukan, agar program stabilisasi berjalan optimal dan tidak menimbulkan gejolak harga di lapangan.

“Distribusi harus dipercepat, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Terutama dalam menjaga stabilitas harga,” imbuhnya.

Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, menilai, rendahnya realisasi penyaluran, menjadi indikator bahwa sinergi antar pihak masih perlu diperkuat. Baik dari sisi distribusi maupun penyerapan hasil pertanian.

“Harus ada kolaborasi yang lebih kuat antara pemda, Bulog, dan pihak terkait lainnya. Agar stabilisasi harga berjalan dan petani juga mendapatkan manfaat,” katanya.

Sugiarto menambahkan, di tengah tantangan global, daerah harus mampu memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Salah satunya, dengan memastikan hasil panen petani terserap maksimal.

“Ketahanan pangan dikatakan berhasil jika kita mampu melindungi petani dan menjaga harga tetap stabil,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Regional Malang, M. Nur Juliansyah Rahman, saat dikonfirmasi memastikan kondisi stok beras relatif aman dan mencukupi untuk jangka panjang.

“Distribusi SPHP, sejauh ini cukup bagus dan harga relatif aman dalam pemantauan. Stok kami sangat cukup, bahkan lebih dari 10 bulan, dengan total sekitar 77 ribu ton,” jelasnya.

Ia juga menyebut, serapan gabah di wilayah Pasuruan, tidak mengalami kendala berarti meski memasuki musim tertentu. “Terakhir di Grati juga tidak ada kendala, relatif aman,” tambahnya.

Namun demikian, pihaknya mengingatkan petani agar memperhatikan waktu panen.

Menurutnya, panen yang terlalu dini maupun terlambat sama-sama berisiko terhadap kualitas dan harga gabah.

“Kami terus edukasi petani. Kalau belum cukup umur, kualitas gabah belum baik. Tapi kalau terlalu tua juga jelek hasilnya. Intinya jangan terburu-buru panen, tapi juga jangan terlambat karena bisa tidak terserap pasar,” tandasnya. (tom/one)

 Baca Juga: Bulog Pastikan Stok Beras di Pasuruan Aman hingga Pertengahan Tahun

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#gabah #beras #dewan #bulog #pertanian