BANGIL, Radar Bromo - Banjir tahunan di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, tak kunjung teratasi.
Salah satu pemicu utamanya, disinyalir karena posisi jembatan yang lebih rendah dari tanggul sungai, sehingga air mudah meluap saat debit meningkat.
Kondisi itu dikeluhkan warga, terutama di Dusun Kedungringin Tengah dan Balungrejo.
Mereka mendesak pemerintah segera merealisasikan peninggian jembatan sebagai solusi utama.
Kepala Desa Kedungringin, Rizky Wahyuni, menegaskan usulan tersebut sudah berulang kali diajukan. Namun hingga kini belum ada realisasi konkret.
“Kami minta peninggian jembatan di Dusun Kedungringin Tengah. Itu solusi utama penanganan banjir, selain Bangiltak dan pelebaran Sungai Kali Wrati,” ujarnya.
Selain itu, persoalan tanggul anak Sungai Kali Wrati juga menjadi perhatian. Saat ini, kewenangan penanganannya berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Warga juga menyoroti rencana pelebaran sungai yang dinilai belum jelas. Rizky mengaku pembahasan sudah dilakukan bertahun-tahun, namun belum ada kepastian.
“Masalah pelebaran Kali Wrati itu dari tahun ke tahun seperti di-PHP (pemberi harapan palsu). Belum ada kejelasan,” imbuhnya.
Keluhan serupa disampaikan Kepala Dusun Balungrejo, Wagiono. Ia menekankan perlunya peninggian tanggul di sekitar jembatan Kali Wrati dan anak sungainya, termasuk perbaikan akses jalan menuju jalan provinsi.
Di sisi lain, Ketua Forum DAS Wrati, Henry Sulfiyanto, menilai penanganan selama ini belum menyentuh akar persoalan. Normalisasi sungai yang dilakukan tiap tahun dinilai tidak maksimal.
“Selama ini hanya ambil eceng gondok dan sedikit endapan. Itu tidak cukup. Banjir tetap terjadi,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya beban tambahan bagi desa setiap kali ada kegiatan normalisasi.
“Setiap ada kegiatan, desa diminta menyiapkan konsumsi dan penjagaan alat berat. Itu jadi beban tersendiri,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan SDA Kabupaten Pasuruan, Sarinah Rostief, mengakui bahwa solusi teknis sebenarnya sudah teridentifikasi, yakni peninggian atau pelebaran jembatan.
Namun, realisasinya masih dalam tahap pengajuan dan penentuan prioritas.
“Permasalahan krusial sudah diidentifikasi, salah satunya peninggian jembatan. Kami upayakan tahun ini dengan melaporkan ke bupati agar menjadi prioritas,” jelasnya.
Meski belum bisa dipastikan terealisasi tahun ini, pemerintah daerah memastikan usulan tersebut menjadi perhatian serius. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin