BANGIL, Radar Bromo - Meski Operasi Ketupat Semeru 2026 resmi berakhir, jajaran Polres Pasuruan enggan menarik urat kewaspadaan.
Guna menjaga stabilitas keamanan pasca-puncak arus balik, korps berbaju cokelat ini mengintensifkan patroli rutin untuk memastikan wilayah hukum Pasuruan tetap "dingin" dan kondusif.
Petugas masih intensif menyisir titik-titik urat nadi transportasi dan pusat keramaian yang sebelumnya menjadi fokus pengamanan lebaran. Sejumlah lokasi strategis menjadi sasaran.
Mulai dari kawasan gerbang wisata Taman Dayu Pandaan, jalur arteri di depan Rumah Makan IBC, Rest Area Baujeng Beji, hingga jantung kota di Alun-Alun Bangil.
Di titik-titik tersebut, petugas tak sekadar melintas, namun melakukan standby untuk memantau sisa-sisa kepadatan arus lalu lintas maupun potensi gangguan kamtibmas.
Kasi Propam Polres Pasuruan AKP Arif Rahman Hakim menegaskan, intensitas patroli ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan kepolisian agar situasi tidak kendur setelah operasi besar usai.
“Kami laksanakan untuk memelihara stabilitas kamtibmas serta menjamin kamseltibcarlantas tetap terjaga. Kami ingin menciptakan situasi yang benar-benar kondusif pasca-Operasi Ketupat Semeru 2026,” tegasnya.
Dalam penyisiran yang berlangsung hingga siang hari tersebut, petugas melaporkan kondisi lapangan yang relatif landai.
Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan menonjol maupun sumbatan lalu lintas yang berarti di jalur-jalur utama.
“Tidak ditemukan adanya gangguan di wilayah hukum Polres Pasuruan,” imbuhnya.
Langkah preventif ini dipastikan akan terus bergulir secara rutin. Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, memastikan transisi dari masa libur panjang menuju aktivitas normal berjalan tanpa gangguan keamanan yang berarti. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin