Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hangatnya Tradisi Wat-Watan Lebaran di Kauman Bangil, Warga Sekampung Kompak Bermaaf-maafan

Mokhamad Zubaidillah • Minggu, 22 Maret 2026 | 10:35 WIB
(M Zubaidillah)
(M Zubaidillah)

 

BANGIL, Radar Bromo – Suasana malam Idul Fitri di lingkungan RT 12 RW 3 Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (21/3) malam, berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan. Ratusan warga pria dari berbagai usia tampak kompak turun ke jalan. Mereka menggelar acara Wat-watan alias "muter" Lebaran. Tujuan salah satunya tak lain untuk melestarikan tradisi silaturahmi berkeliling kampung.

Tradisi unik ini menjadi ajang bermaaf-maafan sekaligus mempererat tali persaudaraan antar tetangga. Tanpa terkecuali, seluruh warga di lingkungan tersebut bergerak bersama. mengunjungi satu rumah ke rumah lainnya. Secara bergiliran.

Ketua RT 12 RW 3, Agus Salim (55) menjelaskan bahwa, wat-watan di lingkungannya tersebut digelar dua hari. Hari pertama malam Idul Fitri khusus untuk para pria. Dilanjutkan malam hari kedua khusus para wanita.

“Jadi, semua warga bareng-bareng turun, berkeliling dan bersilaturrahmi dari rumah ke rumah secara bergiliran. Tanpa terlewatkan,” jelas Agus.

Bukan sekadar bersalaman, di setiap rumah yang dikunjungi, warga menyempatkan diri untuk memanjatkan doa bersama. Suasana khidmat terasa saat para warga menengadahkan tangan, memohon keselamatan dan keberkahan. Selain itu mereka juga berdoa agar dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan dan Idul Fitri di tahun-tahun mendatang.

Tuan rumah pun menyambut kedatangan rombongan dengan antusias. Berbagai hidangan khas Lebaran telah tertata rapi di atas meja. Mulai dari jajanan tradisional yang mulai langka hingga aneka kue kering modern menjadi suguhan yang melengkapi obrolan hangat antar warga.

Sebagai penutup rangkaian silaturahmi, rombongan warga bergerak menuju kediaman salah satu tokoh agama yang juga merupakan pimpinan pondok pesantren di lingkungan setempat. Momen ini dimanfaatkan warga untuk meminta nasihat serta doa penutup agar kerukunan di Kelurahan Kauman tetap terjaga.

Tradisi 'Muter' Lebaran membuktikan bahwa semangat gotong royong dan nilai-nilai religius  warga Bangil tetap kokoh. Bertemu langsung dan berjabat tangan memberikan makna kemenangan yang jauh lebih mendalam daripada sekadar ucapan di media sosial. (ube)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pasuruan #idul fitri #lebaran