BANGIL, Radar Bromo - Ramadan selalu identik dengan kehangatan berkumpul bersama keluarga. Momen tersebut menjadi kemewahan tersendiri bagi para warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tengah menjalani masa pemidanaan.
Mengobati rasa rindu, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Bangil mulai membuka layanan kunjungan tatap muka secara bergiliran pada pekan kedua bulan suci ini.
Kepala Rutan Bangil Yanuar Rinaldi mengatakan, kebijakan ini merupakan bentuk empati kepada warga binaan.
Agar mereka tetap mendapatkan dukungan moral dari keluarga selama menjalankan puasa. Meski demikian, terdapat penyesuaian jadwal yang cukup ketat dibandingkan hari biasa.
“Kami sangat memahami bahwa saat Ramadan, rindu terhadap keluarga itu terasa berkali-kali lipat. Maka, layanan kunjungan tatap muka kami buka, namun difokuskan pada pagi hari. Agar tidak berbenturan dengan waktu persiapan berbuka puasa maupun rangkaian ibadah di sore hari,” jelas Yanuar.
Agar tidak terjadi penumpukan massal di ruang pertemuan, pihak Rutan menerapkan sistem giliran berdasarkan blok hunian.
Tak hanya jadwal yang diatur, jumlah pembesuk juga dibatasi. Demi kenyamanan dan keamanan.
“Setiap warga binaan hanya boleh dikunjungi maksimal tiga orang dewasa dan dua anak-anak,” katanya.
Meski bertajuk kunjungan spesial, Yanuar menegaskan, prosedur keamanan tetap menjadi harga mati.
Setiap pengunjung wajib melewati alur pemeriksaan yang berlapis. Mulai dari verifikasi identitas hingga penggeledahan fisik dan barang bawaan.
“Keamanan tetap nomor satu. Setiap barang titipan, terutama makanan untuk takjil atau lauk berbuka, akan kami periksa secara mendetail satu per satu. Kami ingin memastikan suasana Rutan tetap kondusif dan suci selama bulan Ramadan ini,” jelasnya. (tom/rud)
Editor : Fahreza Nuraga