BANGIL, Radar Bromo - Wacana pembangunan wisma atlet kembali mencuat di Kabupaten Pasuruan.
DPRD setempat mengusulkan pemerintah daerah segera menyiapkan fasilitas hunian terpadu bagi atlet sebagai langkah strategis untuk mendongkrak prestasi olahraga daerah.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono, menyebut kebutuhan itu mendesak bila Pasuruan ingin keluar dari stagnasi prestasi.
Baginya, pembinaan atlet tak cukup hanya mengandalkan pelatih dan jadwal latihan.
Menurut dia, dukungan fasilitas yang memadai menjadi faktor kunci keberhasilan pembinaan jangka panjang.
“Kalau ingin prestasi meningkat, fasilitas harus mendukung. Wisma atlet sebaiknya dekat stadion supaya pembinaan lebih efektif dan terarah,” ujarnya.
Konsep yang diusulkan adalah hunian yang terintegrasi langsung dengan sarana olahraga utama, khususnya stadion sepak bola.
Tujuannya agar para atlet bisa menjalani pemusatan latihan secara fokus tanpa terkendala masalah mobilitas maupun jarak tempuh.
Namun, rencana ini membentur ganjalan lokasi. Kawasan yang dinilai paling ideal untuk pengembangan sport center terpadu tersebut saat ini masih ditempati oleh kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan.
Rudi berpendapat, kepentingan pembinaan olahraga yang bersifat kontinu harus lebih diprioritaskan.
“Wisma atlet itu kebutuhan mendesak karena agenda pembinaan harus kontinyu. Sementara KPU hanya sibuk lima tahun sekali, bisa dicarikan tempat di aset daerah yang lain,” cetus politikus PKB tersebut.
Sebagai langkah konkret, Komisi I menjadwalkan pemanggilan terhadap Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) pada pekan depan.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk menelusuri kembali dokumen serta masa berlaku perjanjian pinjam pakai gedung yang saat ini digunakan oleh KPU.
Meski mendorong percepatan, Rudi mengingatkan agar rencana ini tetap mengacu pada kajian matang dan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
Optimalisasi aset daerah dinilai sebagai pendekatan paling realistis agar proyek ini tidak membebani anggaran secara berlebihan.
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan studi komprehensif terkait kebutuhan cabang olahraga hingga skema pengelolaannya.
“Mudah-mudahan ini benar menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan olahraga Kabupaten Pasuruan,” tandasnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin