SETAHUN memimpin, Bupati H.M. Rusdi Sutejo dan Wabup H.M. Shobih Asrori berkomitmen membangun Kabupaten Pasuruan menjadi yang maju, sejahtera, dan berkeadilan sebagaimana visi yang mereka bawa saat dilantik.
Demi mewujudkan cita-cita tersebut, bupati menetapkan Empat Prioritas Pembanguan Daerah dengan tema “Peningkatan Kualitas SDM dan Daya Saing Daerah untuk Mendukung Transformasi Ekonomi Inklusif”.
Di tahun pertama kepemimpinannya ini, Bupati Pasuruan mencanangkan peningkatan kualitas akses pelayanan dasar masyarakat sebagai prioritas pertama.
Baca Juga: Setahun Mas Rusdi–Gus Shobih: Infrastruktur Dikebut, IPM Kabupaten Pasuruan Melejit
Adapun kebijakannya difokuskan pada pemenuhan pelayanan dasar yakni kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat. Kebijakan itu ditempuh melalui banyak program, salah satunya adalah dengan memastikan para tenaga pendidik memiliki skill yang mumpuni.
Untuk mendorong hal tersebut, Bupati Pasuruan memberikan beasiswa kepada para guru pendidik. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud), pemkab memberikan beasiswa kepada sebanyak 188 guru yang berasal dari jenjang pendidikan TK,TPQ, RA, dan Madin. Mereka mendapatkan bantuan biaya kuliah hingga mencapai gelar sarjana Strata 1 (S-1).
Menurut Kepala Disdikbud Tri Krisni Astuti, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah universitas yang didanai melalui dana hibah. Sehingga tenaga pendidik dapat menimba ilmu di universitas tersebut. “Ini menjadi upaya penting agar semua guru menyelesaikan pendidikan S-1 sesuai bidang masing-masing,” terangnya.
Peningkatan kompetensi guru juga dilakukan melalui pelatihan pembelajaran mendalam atau deep learning. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam. Harapannya tercipta lingkungan sekolah yang lebih inovatif dan mampu mencetak murid-murid yang hebat.
Dorong Pelayanan Kesehatan, Puskesmas Difasilitasi UGD 24 Jam-Sediakan Klinik di Pesantren
Dukungan penuh program Bupati Pasuruan dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, juga dilakukan Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Pasuruan.
Instansi ini terus memperkuat layanan kesehatan melalui berbagai program strategis, mulai dari fasilitasi klinik di pondok pesantren, dukungan operasional rumah sakit, hingga persiapan layanan UGD 24 jam.
Di tahun pertama di bawah kepemimpinan Mas Rusdi-Gus Shobih, kini sejumlah pesantren di Kabupaten Pasuruan akan difasilitas klinik kesehatan. Sejumlah pondok pesantren itu, kini telah dalam persiapan pendirian klinik kesehatan. Di antaranya Ponpes Sabilul Muttaqin, Ponpes Putri Syamsul Arifin Assyukuri, Ponpes DMU, Ponpes Besuk, dan Ponpes Darul Khoirot.
Menurut Kepala Dinkes P2KB dr. Arma Roosalina, kebijakan ini bertujuan untuk memberikan akses dasar pelayanan kesehatan bagi para santri dengan lebih dekat. Sehingga menjamin rasa aman bagi santri sewaktu merasa membutuhkan layanan kesehatan.
“Langkah ini bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan bagi santri dan lingkungan pesantren. Sehingga ke depan setiap pondok pesantren memiliki fasilitas kesehatan mandiri yang memadai,” ungkapnya.
Dinkes P2KB juga memberikan dukungan terhadap pendirian Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RS NU) melalui pembinaan dan visitasi perizinan. RS NU hadir dengan harapan dapat memperkuat layanan rujukan dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Pasuruan.
Hingga saat ini, RS NU masih dalam proses melengkapi beberapa persyaratan perizinan sebelum secara penuh.sebelum benar-benar operasional.
Di sinilah peran pemkab melalui Dinkes P2KB dibutuhkan untuk mendampingi proses RS NU agar dapat segera beroperasi. Bahkan menurut dr. Arma, Dinkes P2KB memberikan hibah ambulans untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan dan sistem rujukan.
Peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat juga dilakukan Dinkes P2KB melalui pemenuhan sarana, prasarana, serta penguatan sumber daya manusia kesehatan.
Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah menghadirkan layanan UGD 24 jam di puskesmas-puskesmas. Program layanan UGD 24 jam di 33 puskesmas itu sudah berjalan dan akan segera di-launching Maret mendatang.
Melalui program ini, pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat, responsif, dan optimal, sekaligus memperkuat sistem rujukan. “Penguatan sarana dan prasarana peningkatan kualitas layanan dilakukan melalui pemenuhan sarana dan prasarana, termasuk kesiapan bangunan dan alat kesehatan yang mendukung pelayanan kegawatdaruratan,” terang dr. Arma.
Dalam pelaksanaannya, layanan UGD 24 jam ini didukung oleh tenaga kesehatan yang memadai di setiap puskesmas. Setiap layanan UGD mempunyai kebutuhan ideal 4 perawat dan 4 driver.
“Seluruh program prioritas Bupati Pasuruan tahun 2025 telah kami laksanakan dan saat ini dalam tahap penyempurnaan. Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan dapat berjalan optimal. ” ujar drg. Boy Zulvikhar Vaus, kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB. (ran/fun/*)
Editor : Fandi Armanto