Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Target PAD Wisata di Kabupaten Pasuruan “Nyaris” Tuntas, Ranu Grati dan Baledono Jadi Evaluasi

Muhamad Busthomi • Rabu, 11 Februari 2026 | 14:05 WIB
IKON: Kawasan Ranu Grati yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah dari sektor wisata. Tampak pengunjung saat menikmati kawasan setempat dengan berfoto ria.
IKON: Kawasan Ranu Grati yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah dari sektor wisata. Tampak pengunjung saat menikmati kawasan setempat dengan berfoto ria.

BANGIL, Radar Bromo - Sektor pariwisata Kabupaten Pasuruan menutup tahun 2025 dengan rapor yang cukup mentereng, meski belum mampu menyentuh angka sempurna 100 persen.

Dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 900 juta, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berhasil membukukan realisasi sebesar Rp 851.297.000 atau setara 94,6 persen.

Capaian tersebut disumbang dari tiga titik destinasi utama yang dikelola pemkab.

Yakni, Pemandian Alam Banyubiru, Ranu Grati, dan Pos Pantau Baledono (Tosari).

Menariknya, dari ketiga titik tersebut, Banyubiru tetap menjadi “mesin uang” utama yang performanya justru melampaui ekspektasi.

Kepala Disbudpar Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa melalui Kabid Destinasi dan Industri Wisata Nusantoro mengungkapkan, ketidaktercapaian target 100 persen tersebut, disebabkan oleh performa dua titik wisata lainnya yang belum berlari kencang.

“Kalau melihat data, sebenarnya Banyubiru sudah over target. Capaiannya luar biasa,” kata Santo, sapaannya.

Namun yang belum maksimal memang di Ranu Grati dan Pos Baledono. Hal ini akhirnya membuat seolah-olah target total belum tercapai 100 persen.

Santo menjelaskan, Banyubiru masih menjadi magnet utama karena daya tarik wisata air alaminya yang sulit digantikan.

Sementara itu, Ranu Grati dan Pos Baledono masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari optimalisasi fasilitas hingga tingkat kunjungan yang fluktuatif.

“Di Ranu Grati dan Baledono, kami terus berupaya melakukan pembenahan. Baik dari sisi daya tarik maupun manajemen penarikan retribusi agar semakin tertib,” imbuhnya.

Meskipun meleset tipis dari target, raihan 94,6 persen ini dinilai tetap positif di tengah dinamika ekonomi tahun lalu.

Ke depan, Disbudpar berkomitmen untuk memberikan perhatian ekstra pada Ranu Grati dan Pos Baledono agar tidak hanya menjadi “pengekor” kesuksesan Banyubiru.

“Evaluasi sudah kami lakukan. Tahun ini, fokus kami adalah bagaimana mendongkrak dua titik yang masih tertinggal itu agar bisa berkontribusi maksimal. Kami optimistis dengan penambahan inovasi kegiatan di lokasi, target tahun ini bisa terlampaui,” tukasnya. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#ranu grati #bromo #wisata #banyubiru #pad