BANGIL, Radar Bromo - Revitalisasi Gedung Bangkodir yang diproyeksikan menjadi Pasuruan Creative Center (PCC) hampir tuntas.
Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan menyebut progres pengerjaan telah mencapai sekitar 80 persen, dan tinggal penyempurnaan pada 2026, termasuk perubahan nama gedung secara resmi dari Bangkodir menjadi PCC.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony menjelaskan, sepanjang 2025 fokus revitalisasi diarahkan pada penguatan fungsi ruang kreatif di dalam gedung.
Sejumlah fasilitas penunjang telah diselesaikan untuk mendukung aktivitas pelaku industri kreatif dan UMKM.
“Pada tahap awal, kami sudah menyiapkan empat ruang studio foto dan konten kreator yang bisa dimanfaatkan untuk pemasaran produk, sekaligus ruang-ruang pelatihan bagi pelaku IKM dan UKM,” ujar Ghony-sapaannya.
Menurutnya, keberadaan studio konten menjadi kebutuhan penting di era pemasaran digital.
Karena itu, Diskoperindag juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mendukung operasional PCC.
“Saat ini sudah ada 14 SDM konten kreator yang kami siapkan dan semuanya sudah memiliki sertifikat. Mereka akan mendukung promosi produk unggulan daerah secara digital,” imbuhnya.
Untuk menyempurnakan kesiapan PCC, Pemkab Pasuruan kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp330 juta pada tahun ini.
Anggaran tersebut difokuskan pada pekerjaan finishing dan penyempurnaan rehabilitasi gedung agar seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal.
Selain itu, Ghony menyebut pihaknya juga akan mengoptimalkan anggaran yang ada untuk mendukung kawasan sekitar PCC, termasuk penguatan sentra kuliner serta penataan pendukung seperti pencahayaan dan elemen estetika lainnya.
“Kami mencoba memaksimalkan anggaran yang tersedia, tidak hanya untuk gedungnya, tetapi juga untuk mendukung ekosistem di sekitarnya, seperti sentra kuliner dan fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.
Dengan penyempurnaan yang dilakukan secara bertahap, Diskoperindag optimistis PCC akan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan.
Sehingga, bisa menjadi pusat kreativitas, inovasi, dan penggerak IKM-UKM agar bisa naik kelas. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin