Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Wabup Pasuruan Gus Shobih Dorong Kawasan Konservasi Purwodadi Jadi Laboratorium Hidup

Muhamad Busthomi • Jumat, 30 Januari 2026 | 19:45 WIB
SIRAM: Shobih Asrori menyiram tanaman yang ditanamnya di kawasan Kebun Raya Purwodadi. Ia mendorong agar kawasan konservasi tersebut bisa memberi manfaat nyata bagi literasi lingkungan generasi muda.
SIRAM: Shobih Asrori menyiram tanaman yang ditanamnya di kawasan Kebun Raya Purwodadi. Ia mendorong agar kawasan konservasi tersebut bisa memberi manfaat nyata bagi literasi lingkungan generasi muda.

BANGIL, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendorong Kebun Raya Purwodadi (KRP) untuk lebih “berbunyi” di sektor pendidikan.

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, meminta kawasan konservasi tersebut tidak hanya berhenti sebagai destinasi wisata swafoto, tapi harus memberi manfaat nyata bagi literasi lingkungan generasi muda.

Gus Shobih—sapaan akrabnya—menekankan pentingnya peran KRP sebagai sarana edukasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, dengan koleksi ribuan pohon, KRP punya tanggung jawab moral untuk mencetak generasi yang sadar lingkungan.

“Harapannya, Kebun Raya Purwodadi selalu mampu menjaga kelestarian sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas,” tegasnya di sela peringatan HUT KRP ke-85, Jumat (30/1).

Dorongan Pemkab ini sejalan dengan mandat Perpres Nomor 83 Tahun 2023. KRP memang dipatok untuk menjalankan lima fungsi utama, termasuk penelitian dan jasa lingkungan.

Saat ini, terdapat sekitar 22.000 spesies koleksi dengan jumlah tegakan mencapai 7.000 pohon yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai “buku paket” alam.

Merespons hal itu, Branch Manager Kebun Raya Purwodadi Geri Barnas Saputra menyatakan komitmennya untuk memperkuat fungsi riset tersebut.

Ia mengakui kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar KRP bisa lebih aplikatif bagi warga sekitar, bukan sekadar menjadi benteng flora yang tertutup.

“KRP harus menjadi tempat penelitian sekaligus kegiatan aplikatif. Kami ingin fungsi konservasi dan jasa lingkungan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Geri. (tom/one)

Editor : Jawanto Arifin
#Gus Shobih #kebun raya #Purwodadi #konservasi #wabup pasuruan