BANGIL, Radar Bromo - Alat pemantau kualitas air sungai atau onlimo, dan juga Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA) di Kabupaten Pasuruan, memang sudah terpasang. Namun jumlahnya, dirasa masih kurang.
Pemasangan berlangsung tahun 2024 lalu di lokasi berbeda. Untuk onlimo berada di Kali Wangi, Dusun Tanggul, Desa Baujeng, Kecamatan Beji.
Sedangkan SPKUA di kompleks perkantoran Pemkab Pasuruan di Raci, Kecamatan Bangil.
Penambahan dibutuhkan, seiring masih banyak titik yang butuh pemantauan.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Harjanto Waluyojati mengaku, onlimo dan SPKUA sama pentingnya. Wilayah Kabupaten Pasuruan butuh penambahan.
Mengingat wilayah Kabupaten Pasuruan merupakan daerah industri. Banyak terdapat pabrik.
Tentunya, rawan akan pencemaran air dan udara. “Keduanya dibutuhkan untuk pemantauan lingkungan. Onlimo untuk kualitas air. Sementara SPKUA, untuk udara,” jelasnya.
Pengajuan ke kementerian sudah dilakukan. Namun, realisasinya masih menunggu.
Sementara, untuk anggaran daerah, terbatas dalam pembelian alat tersebut. Mengingat, biayanya cukup besar. Masing-masing, bisa menyedot dana Rp 1,4 miliar. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin