Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan, Tambah Stok Minyak Goreng dan Gelar Operasi Pasar di Pasuruan

Muhamad Busthomi • Minggu, 25 Januari 2026 | 10:39 WIB
Petugas saat memantau distribusi minyak kita di Pasar Bangil.
Petugas saat memantau distribusi minyak kita di Pasar Bangil.

BANGIL, Radar Bromo - Menjelang Ramadan, permintaan minyak goreng diprediksi meningkat.

Pemkab Pasuruan pun bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan harga dengan menambah pasokan dan menggelar operasi pasar.

Langkah tersebut dipusatkan di Pasar Bangil, satu-satunya pasar di Kabupaten Pasuruan yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Sebanyak 666 karton minyak goreng Minyak Kita didistribusikan kepada pedagang sebagai upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di tingkat konsumen.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony menegaskan, operasi pasar ini merupakan implementasi Permendag Nomor 23/2025.

Aturan tersebut menegaskan tidak boleh ada permainan harga, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Ramadan dan Idul Fitri adalah momentum krusial. Kebutuhan pokok harus terpenuhi dan harganya terjangkau. Tidak boleh ada lonjakan,” tegasnya.

Dalam skema tersebut, harga tebus Minyak Kita dari Bulog ditetapkan Rp 14.500 per liter atau Rp 174 ribu per karton berisi 12 liter.

Pedagang wajib menjual ke konsumen sesuai harga eceran tertinggi (HET). Yakni Rp 15.700 per liter atau Rp 188 ribu per karton.

“Diskoperindag memastikan pengawasan dilakukan secara ketat. Petugas rutin memantau pasar untuk memastikan pedagang menjual sesuai HET,” imbuh Ghony.

Salah satu pedagang Pasar Bangil, Faisol mengaku telah menyiapkan stok cukup besar untuk menghadapi Ramadan. Ia menyediakan sekitar 190 karton Minyak Kita, lebih banyak ketimbang hari-hari biasa.

“Selama ini suplai dari Bulog relatif lancar, tapi memang kuantitasnya tidak selalu pasti. Tergantung stok. Ini saya siapkan paling banyak untuk bulan puasa,” ujar Faisol.

Ia berharap distribusi tetap berjalan stabil agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Faisol juga menerapkan pembatasan pembelian sebagai langkah menjaga harga tetap terkendali. Di tokonya, pembelian dibatasi maksimal lima liter per konsumen.

“Kalau tidak dibatasi, khawatir diborong lalu dijual lagi lebih mahal. Itu yang bikin harga pasar jadi tidak stabil,” katanya. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#minyak goreng #ramadan #Minyak Kita #operasi pasar #pemkab pasuruan