BANGIL, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Pasuruan memastikan kesiapan Sentra Bangkodir untuk bertransformasi menjadi Pasuruan Creative Center (PCC).
Langkah ini merupakan inovasi Bupati Pasuruan agar aset daerah yang selama ini kurang berkembang tidak terlantar sekaligus dimaksimalkan sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif.
Transformasi Bangkodir menjadi PCC bahkan telah dimasukkan dalam 33 program prioritas pembangunan daerah, tepatnya pada program pembangunan Pasuruan Creative Center.
PCC dirancang sebagai pusat unggulan pembelajaran bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah (UKM), sekaligus ruang pengembangan kreativitas anak muda yang sinambung dengan program UMK naik kelas.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Usaha Menangah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan, Taufikhul Ghony, menyebut kesiapan Bangkodir menuju PCC saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
“Secara kesiapan sarana dan prasarana, Bangkodir sudah memenuhi standar sekitar 80 persen. Tinggal penyempurnaan di tahun 2026, termasuk perubahan nama gedung dari Bangkodir menjadi Pasuruan Creative Center,” ujar Ghony.
Menurutnya, Bangkodir yang selama ini belum berkembang optimal akan difungsikan sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif (ekraf).
Di tempat tersebut, produk-produk unggulan IKM dan UKM akan didorong untuk memiliki sertifikasi, dikemas lebih baik, serta dipasarkan agar dikenal lebih luas.
Pada tahun 2025, Diskoperindag telah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang.
Di antaranya pembangunan empat ruang studio foto dan konten kreator yang difungsikan untuk membantu promosi dan pemasaran produk, ruang pelatihan, serta ruang aktivitas untuk dikolaborasikan dengan BUMDes dan Koperasi Merah Putih.
“PCC ini kami siapkan sebagai pusat pembelajaran dan promosi. Di dalamnya ada studio foto, ruang konten kreator, dan tempat pelatihan. Semua untuk mendukung pelaku usaha agar produknya punya nilai tambah,” jelasnya.
Ghony menegaskan, seluruh IKM dan UKM akan difasilitasi tanpa pembedaan. Pendekatan pembinaan dilakukan berbasis klaster agar lebih efektif dan sesuai karakteristik usaha masing-masing.
“Tidak ada yang dibeda-bedakan. Semua IKM dan UKM kami fasilitasi, hanya saja disesuaikan dengan klaster usahanya. PCC menjadi tempat Pemda memberi perhatian serius kepada anak muda dan pelaku ekonomi kreatif,” katanya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin